Laporkan Masalah

Redefining Business Model of BAGI KOPI by Adopting South Korean Coffee Shop Concepts to Enhance Resilience and Competitiveness

Steven Andianto, Rocky Adiguna, S.E., M.Sc., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA

Tesis ini mengeksplorasi bagaimana Bagi Kopi, merek kedai kopi Indonesia, dapat meningkatkan ketahanan dan daya saingnya dengan mendefinisikan ulang model bisnisnya melalui adopsi konsep dari kedai kopi Korea Selatan. Riset ini dilatarbelakangi oleh tantangan Bagi Kopi dalam menjaga loyalitas pelanggan dan menarik investor di tengah industri kedai kopi Indonesia yang berkembang pesat dan sangat kompetitif. Studi ini mengkaji bagaimana budaya kedai kopi Korea Selatan yang terkenal dengan kreativitas, pengalaman tematik, dan keterlibatan digitalnya dapat menjadi acuan inovasi strategis di Indonesia.

Pendekatan studi kasus kualitatif digunakan, mengintegrasikan wawancara semi-terstruktur dengan salah satu pendiri Bagi Kopi, pengamatan di tempat dari kedai kopi Indonesia dan Korea Selatan, dan survei konsumen. Alat analitis termasuk Business Model Canvas (BMC), Peta Empati, dan Kerangka Kerja Berlian dan Persegi digunakan untuk mendiagnosis tantangan perusahaan saat ini, menangkap wawasan pelanggan, dan merumuskan model bisnis baru yang berpusat pada pelanggan.

Temuan mengungkapkan bahwa diferensiasi Bagi Kopi yang terbatas dan keterlibatan pelanggan yang lemah berkontribusi pada tingkat pembelian kembali yang rendah dan daya tarik investor yang terbatas. Sebaliknya, kedai kopi Korea Selatan berkembang dengan memadukan branding tematik yang kuat, desain pengalaman, dan kenyamanan berbasis teknologi. Dengan mengadopsi strategi ini seperti memproduksi kopi berkualitas tinggi namun terjangkau dengan rasa yang konsisten, mengembangkan konsep toko yang nyaman dan unik, meningkatkan hubungan emosional dengan komunitas dan pelanggan, meningkatkan layanan dan mengintegrasikan teknologi, Bagi Kopi dapat mendefinisikan kembali proposisi nilainya dan memperkuat daya saing jangka panjangnya.

Studi ini menyimpulkan bahwa menyelaraskan empati pelanggan dan model bisnis sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan di pasar kopi Indonesia yang jenuh. Kerangka strategis yang dihasilkan menawarkan wawasan yang dapat ditindaklanjuti bagi Bagi Kopi dan UKM lokal lainnya yang bertujuan untuk berkembang melalui adaptasi budaya dan penciptaan nilai yang berbeda.


This thesis explores how Bagi Kopi, an Indonesian coffee shop brand, can enhance its resilience and competitiveness by redefining its business model through the adoption of concepts from South Korean coffee shops. The research is motivated by Bagi Kopi’s challenges in maintaining customer loyalty and attracting investors amid Indonesia’s rapidly expanding and highly competitive coffee shop industry. The study examines how South Korea’s coffee shop culture which is renowned for its creativity, thematic experience, and digital engagement can serve as a reference for strategic innovation in Indonesia.

A qualitative case study approach was employed, integrating semi-structured interviews with Bagi Kopi’s co-founder, on-site observations of both Indonesian and South Korean coffee shops, and a consumer survey. Analytical tools including the Business Model Canvas (BMC), Empathy Map, and Diamond and Square Framework were used to diagnose the company’s current challenges, capture customer insights, and formulate a new, customer-centered business model.

Findings reveal that Bagi Kopi’s limited differentiation and weak customer engagement contribute to its low repurchase rate and limited investor appeal. In contrast, South Korean coffee shops thrive by blending strong thematic branding, experiential design, and technology-driven convenience. By adopting these strategies such as producing high-quality yet affordable coffee with consistent taste, developing comfortable and unique store concepts, enhancing emotional connections with community and customers, improving service and integrating technology Bagi Kopi can redefine its value proposition and strengthen its long-term competitiveness.

The study concludes that aligning customer empathy and business model is essential for sustaining growth in the saturated Indonesian coffee market. The resulting strategic framework offers actionable insights for Bagi Kopi and other local SMEs aiming to thrive through cultural adaptation and differentiated value creation.


Kata Kunci : Business Model Innovation, Customer Satisfaction, Customer Loyalty, South Korean Coffee Shops, Empathy Map, Diamond and Square Framework, Bagi Kopi, Strategic Differentiation

  1. S2-2025-509376-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509376-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509376-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509376-title.pdf  
  5. S2-2026-509376-abstract.pdf  
  6. S2-2026-509376-bibliography.pdf  
  7. S2-2026-509376-tableofcontent.pdf  
  8. S2-2026-509376-title.pdf