Sensitivitas dan Spesifisitas Diagnosis Klinik Karsinoma Prostat di Bangsal Bedah RSUP DR. Sardjito
Sandrijavolo Manalu, dr. Sungsang Rochadi; dr. Mubasyir Hasanbasri, M.A
1995 | Skripsi | S1 KEDOKTERANMortalitas karena karsinoma prostat merupakan 9% dari seluruh mortalitas karena kanker pada laki-laki. Umur rata-rata pada saat diagnosis ditegakkan adalah 67 tahun. Dengan meningkatnya umur didapatkan peningkatan insidensi klinik maupun insidensi otopsi karsinoma prostat. Di atas umur 75 tahun karsinoma prostat menjadi tumor terbanyak pada laki-laki. Tujuan utama penelitian ini adalah mengetahui besarnya nilai sensitivitas dan spesifisitas rectal touchér sebagai diagnosis klinik karsinoma prostat setelah membandingkannya dengan hasil pemeriksaan patologi anatomik. Hasil pemeriksaan patologi anatomik dijadikan standar emas. Penelitian dilakukan secara potong lintang (cross sectional) menggunakan metoda kasus kelola (case control) terhadap 88 penderita yang memiliki gejala klinis mengarah pada kecurigaan karsinoma prostat dan dirawat di bangsal bedah RSUP Dr. Sardjito. Data yang digunakan selama kurun waktu 2 tahun, terhitung dari tanggal 1 Januari 1992 sampai 31 Desember 1993. Pada penelitian ini juga dideskripsikan mengenai umur serta bagian dari pemeriksaan dengan rectal touchér yang meliputi konsistensi prostat, permukaan prostat, massa tumor, pembesaran prostat, berat prostat, nyeri tekan, sulkus medialis, serta sulkus lateralis. Hasil analisis sensitivitas dan spesifisitas masing-masing diperoleh hasil 80% dan 97%. Tingginya nilai tersebut menunjukkan bahwa rectal touchér dapat diandalkan sebagai pendeteksi karsinoma prostat bahkan sejak stadium dini dan dapat membantu para klinikus untuk menetapkan tindakan lebih lanjut. Hasil kesepakatan (agreement) yang diperoleh sebesar 94,3% yang menunjukkan bahwa sebenarnya di antara para dokter yang melakukan rectal touchér telah terdapat kesepakatan mengenai bagian dari pemeriksaan dengan rectal touchér yang menjadi ‘kunci’ ditegakkannya diagnosis klinik. Disarankan untuk mengadakan penelitian lebih lanjut tentang sensitivitas dan spesifisitas colok dubur dengan penelitian cohort yang lebih teliti dan terencana serta menggunakan jumlah sampel lebih banyak dan meliputi seluruh tingkat tempat pelayanan kesehatan.
Kata Kunci : Karsinoma prostat, Mortalitas