Laporkan Masalah

Perspektif Baru Migrasi Internal: Studi Longitudinal di Indonesia

Nanang Widaryoko, Prof. Dr. Sukamdi, M.Sc

2025 | Disertasi | S3 Kependudukan

Migrasi seringkali dianggap sebagai perpindahan searah, bergerak secara linear dari tempat asal ke tempat tujuan, untuk kemudian menetap secara permanen. Persepsi konvensional tersebut, sangat kontras dengan realitas kontemporer di mana perpindahan konstan merupakan hal yang lazim. Disertasi ini akan bergabung dengan beberapa riset sebelumnya yang masih relatif sedikit yaitu studi kompleksitas migrasi khususnya migrasi internal di Indonesia. 

Merunut fakta historis, beberapa suku bangsa di Indonesia memiliki tradisi berpetualang. Beberapa peneliti juga memprediksi, propensitas penduduk Indonesia untuk pindah relatif tinggi. Ironisnya, penggambaran migrasi internal di Indonesia rata-rata masih mengacu pada kasus migrasi risen dan migrasi seumur hidup, yang cenderung menunjukkan pola perpindahan searah. Hal ini beresiko mengaburkan kompleksitas migrasi yang sebenarnya terjadi.

Dengan menggunakan data Indonesian Family Life Survey (IFLS) dan in-depth interview, didukung beberapa alat analisis seperti sequence analysis, regresi multinomial logistik, multinomial endogenous switching regression, termasuk propensity score matching, disertasi ini berupaya mengungkap kemungkinan munculnya pola migrasi internal selain migrasi satu arah (one-way migration), pola yang selama ini sering dianggap dominan di Indonesia. Secara khusus disertasi ini bertujuan: (1) mengidentifikasi lintasan (trajectory) migrasi internal berdasarkan arah (direction) migrasi, (2) mendeskripsikan karakteristik migran pada setiap lintasan migrasi, (3) menganalisis hubungan lintasan migrasi dengan motif serta tipe daerah tujuan migrasi, dan (4) mengevaluasi dampak lintasan migrasi terhadap kesejahteraan ekonomi dan kemiskinan individu.

Hasil analisis menunjukkan, lintasan migrasi internal yang umum terjadi di Indonesia adalah migrasi berulang. Migrasi satu kali seumur hidup memang ada, akan tetapi prevalensinya tidak lebih besar dibandingkan migrasi berulang. Apabila ditelaah lebih dalam, pola lintasan migrasi di Indonesia dapat dibedakan menjadi tujuh klaster, yang secara tidak langsung merepresentasikan perilaku migrasi penduduk Indonesia. 

Setiap lintasan migrasi memiliki karakteristik unik. Migran yang berpindah berulang secara umum memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik dibandingkan migran yang hanya satu kali pindah. Motif dan tipe destinasi yang ingin dituju migran relatif bervariasi antarlintasan migrasi, begitu juga dengan dampak terhadap kesejahteraan ekonomi dan tingkat kemiskinan. Dari temuan yang ada, selanjutnya dapat disusun sebuah model yang menawarkan perspektif baru dalam memahami dinamika migrasi internal di Indonesia.


Migration is traditionally perceived as a one-way, linear process, progressing from the place of origin to the destination, ultimately leading to permanent settlement. This conventional view contrasts sharply with contemporary realities, where mobility is increasingly dynamic, multidirectional, and fluid. This dissertation aims to contribute to the expanding body of research on the complexities of migration, with a particular focus on internal migration in Indonesia, a field that remains relatively underexplored.

Historically, several ethnic groups in Indonesia have had migration traditions, and some scholars predict a high propensity for migration among the Indonesian population. Ironically, depictions of internal migration in Indonesia continue to emphasize a one-time, lifetime migration or rural-to-urban movement, reflecting a linear trajectory. This limited perspective risks oversimplifying the nuanced and multifaceted nature of migration patterns in the country.

By utilizing data from the Indonesian Family Life Survey (IFLS) and conducting in-depth interviews, this dissertation employs a range of analytical methods, including sequence analysis, multinomial logistic regression, multinomial endogenous switching regression, and propensity score matching, to uncover migration patterns that extend beyond the traditional one-way movement. Specifically, this study seeks to: (1) identify the various trajectories of internal migration based on migration direction, (2) describe the characteristics of migrants within each trajectory, (3) analyze the relationship between migration trajectories, migration motives, and destination types, and (4) evaluate the impact of these trajectories on individual economic welfare and poverty levels.

The analysis reveals that repeated migration is the most prevalent internal migration trajectory in Indonesia. While one-time lifetime migration does occur, it is less common than repeated migration. A closer examination of these migration trajectories uncovers seven distinct clusters, which offer insights into the diverse migration behaviors of the Indonesian population.

Each migration trajectory is associated with unique characteristics. Migrants who engage in repeated movement generally exhibit higher levels of human capital compared to those who migrate only once. The motives for migration and the types of destinations vary across trajectories, as do the effects on economic welfare and poverty levels. These findings provide the foundation for developing a new model that offers a more nuanced understanding of the internal migration dynamics in Indonesia.


Kata Kunci : migrasi internal, trajectory, dinamika motif, tipe destinasi, dampak

  1. S3-2025-484323-abstract.pdf  
  2. S3-2025-484323-bibliography.pdf  
  3. S3-2025-484323-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2025-484323-title.pdf