Persepsi Dampak Lingkungan dan Risiko Kesehatan dari Pengelolaan Sampah Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan
ANAK AGUNG ISTRI AGUNG MIRAYANI, Ir. Agus Prasetya, M.Eng.Sc.,Ph.D., Dr. Daniel, M.Sc
2025 | Tesis | S2 Ilmu Lingkungan
Permasalahan sampah merupakan isu global yang kompleks, termasuk di Bali, yang semakin memprihatinkan akibat terjadinya kebakaran di beberapa Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti TPA Mandung di Kabupaten Tabanan. Pada tahun 2023, Kabupaten Tabanan menghasilkan sekitar 84.922 ton sampah per tahun, dengan sekitar 33.000 ton belum terkelola sehingga menumpuk di berbagai desa, termasuk Desa Wongaya Gede. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik timbulan sampah, mengkaji persepsi masyarakat terhadap dampak lingkungan dan risiko kesehatan, serta menilai hubungan pengetahuan, sikap, dan perilaku pengelolaan sampah di Desa Wongaya Gede.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang dilaksanakan di Desa Wongaya Gede pada 25 Mei-1 Juni 2025 melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan pengambilan sampel sampah. Populasi penelitian terdiri atas 1.212 rumah tangga, jumlah sampel keseluruhan sebanyak 316 sampel (sudah termasuk 54 sampel rumah tangga) untuk sampling sampah. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif, mediasi, dan regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan total timbulan sampah di Desa Wongaya Gede selama satu minggu sebanyak 536,7 kg dengan volume 2.379,8 kg/liter, didominasi oleh sampah organik (74%). Kelompok pendapatan tinggi menghasilkan sampah anorganik terbanyak. Sebagian masyarakat telah menyadari dampak lingkungan dan risiko kesehatan dari pengelolaan sampah yang tidak tepat. Sebanyak 39,3% rumah masih membakar sampah, 91% rumah tangga tidak lagi membuang sampah ke sungai,selokan,atau beji, namun 79,8% rumah tangga masih sering membuang sampah ke lahan terbuka (teba).
Hasil analisis mediasi menunjukkan adanya hubungan mediasi parsial antara pengetahuan dan perilaku melalui sikap. Analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa pengetahuan , sikap, jenis kelamin, dan pendapatan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>
Waste management is a complex global challenge, including in Bali, where fires at several landfills such as the Mandung Landfill in Tabanan Regency have heightened concern. In 2023, Tabanan generated approximately 84,922 tons of waste annually, with around 33,000 tons remaining unmanaged and accumulating in several villages, including Wongaya Gede. This study aims to identify waste generation characteristics, assess community perceptions of environmental and health risks, and examine the relationship between knowlegde, attitudes, and behavior toward waste management in Wongaya Gede Village.
A quantitative approach was employed from May 25 to June 1, 2025, using observation, questionnaires, and waste sampling. The study involved 1,212 households with 54 samples for waste analysis and 316 for the perception survey. Data were analyzed using descriptive statistics, mediation, and multiple linear regression.
Results showed that total waste generated in one week reached 536,7 kg with a volume of 2,379.8 liters, dominated by organic waste (74%). Higher-income households produced more inorganic waste. Although most residents recognized the environmental and health impacts of poor waste management, 39.3% still burned waste, 91% no longer disposed of waste in rivers or drains, and 79.8% continued using open land (teba) for disposal.
Mediation analysis revealed a partial mediation effect of attitude between knowledge and behavior. Multiple regression analysis indicated that knowledge, attitude, gender, and income significantly influenced waste management behavior (p < 0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>
Kata Kunci : karakteristik sampah, persepsi, pengetahuan, sikap, perilaku