Analisis peta foto skala 1:2.500 dan penggunaan perangkat lunak PC ARC/INFO untuk pemetaan pendaftaran tanah di kelurahan Ambarketawang kecamatan Gamping kabupaten Sleman
Muhammad Rizal Umarella, Prof. Dr. Dulbahri; Drs. Yendi Sufyandi, M.Sc.
2001 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHLatar belakang dari penulisan skripsi dengan judul "Interpretasi Peta Foto Skala 1:2.500 Dan Penggunaan Perangkat Lunak ARC/INFO Untuk Pemetaan Pendaftaran Tanah Di Kelurahan Ambarketawang, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman" adalah dikarenakan penggunaan peta foto yang belum optimal selama ini. Sampai dengan saat ini belum seluruh bidang tanah di Kabupaten Sleman telah dibuat peta pendaftaran tanahnya. Menurut Peraturan Pemerintah No.24 tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, penggunaan peta foto merupakan salah satu metode yang seharusnya digunakan. Diasumsikan bahwa semakin sadar masyarakat akan perlunya pendaftaran tanah, maka pemetaan yang cepat dan menyeluruh sungguh diperlukan. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji manfaat tehnik penginderaan jauh dalam membantu kegiatan pendaftaran tanah dan kemudian membuat peta pendaftaran tanah skala 1:1.000 yang meliputi bidang-bidang tanah yang terdapat di daerah penelitian. Pengujian peta foto sebagai sumber dasar dalam penyadapan data kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan membandingkan hasil interpretasi sample penelitian dengan kondisi nyata di lapangan, dan juga membandingkannya dengan Peta Pendaftaran Tanah yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) yang menggunakan metode pengukuran terestrial. Klasifikasi jenis penggunaan lahan yang dilakukan pada daerah penelitian, memudahkan pengenalan fungsi penutup lahan sebagai tanda batas bidang tanah. Hasil yang diperoleh adalah tingkat kebenaran interpretasi untuk daerah bentuk penutup lahan basah yaitu 89,4%, untuk daerah bentuk penutup lahan kering yaitu 92,2%, dan untuk daerah bentuk penutup lahan bangunan dan gedung yaitu 89,6%. Total kesalahan perhitungan luas bidang-bidang tanah sebagai sampel penelitian senilai 44,87 m², baik bidang per bidang maupun secara keseluruhan masih berada dalam toleransi kesalahan yang ditetapkan oleh BPN yaitu maksimum 80 m². Sedangkan untuk pengukuran panjang/lebar bidang tanah, tingkat ketelitian yang didapat senilai 98,14%. Pemanfaatan peta foto skala 1:2.500 sangat membantu untuk pengadaan peta batas persil dalam rangka pendaftaran tanah. Hasilnya cukup akurat dan dapat mengisi kekurangan yang terjadi jika menggunakan metode pengukuran terestrial. Untuk kegiatan pendaftaran tanah sistimatis, penggunaan peta foto sebagai sarana administrasi pendaftaran tanah sangat menguntungkan manakala peta pendaftaran tanahnya belum tersedia.
The background of this thesis writing entitled "The Interpretation of the Photo Map of Scale 1:2.500 and The Use of ARC/INFO Software for Land Registration Mapping in Ambarketawang Village, Gamping Sub District, Sleman District" is based on the less optimum use of photo map so far. The land parcels located in Sleman District have not been mapped yet thoroughly for land registration purpose. According to Government Regulation No. 24/1997 about Land Registration, the use of photo map is one of the methods that should be implied. Assumed that the more the awareness of the people on land registration, the accelerated and on the whole mapping is required. The objective of this study is to examine the remote sensing benefits to support the land registration and eventually produce the land registration map of scale 1: 1.000 containing land parcels in the study area. The examination of photo map as the basic source of qualitative and quantitative data collection is carried out by comparing the result of interpretation of study samples versus the real condition of them in the field, and also versus Land Registration Map issued by National Land Agency using terrestrial survey method. Land use classification in the study area facilitates the identification of land cover function as boundary of the land parcel. The study signifies that the correctness level of land cover interpretation for wetland is 89.4%, for dryland is 92.2%, and for built area is 89.6%. Total error of size of all land parcel samples is about 44.87 m² from 80 m² of the permitted tolerance of error that is determined by National Land Agency. The accuracy obtained of length measurement of land parcel boundaries is 98.14%. The use of photo map of Scale 1:2.500 gives benefit to provide the map of land parcel boundary in the framework of land registration. The result is quite accurate and able to complete if the shortcoming of terrestrial survey method happens. In the systematic land registration, the use of photo map for administration of land registration is favorable when the map of land registration has not been available.
Kata Kunci : Pemetaan tanah,Peta foto,Gamping,Sleman,DIY