Laporkan Masalah

Visualisasi digital dan klasifikasi kawasan rentan genangan di Kota Malang dalam hubungannya dengan pengurangan PBB

KUSUMAH, Indra Mulya, Ir. Slamet Basuki, MSi

2005 | Tesis | S2 Teknik Geomatika

Kawasan yang sering tergenang akibat hujan berdampak pada nilai tanah dan bangunan pada suatu kawasan menjadi sulit berkembang. Ditinjau dari aspek Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) menyebabkan penyesuaian pokok ketetapan PBB yang ideal untuk daerah tersebut sulit terwujud. Selama ini faktor genangan belum pernah diperhitungkan dalam pengenaan PBB. Oleh karena itu, penelitian yang mengambil lokasi di Kota Malang ini bertujuan untuk membuat klasifikasi kawasan rentan atau bebas genangan dalam bentuk visualisasi digital, kemudian meninjau pengurangan PBB terhadap obyek pajak berdasarkan klasifikasi daerah rentan genangan tersebut. Daerah genangan di Kota Malang dianalisis dengan memanfaatkan Sistem Informasi Geografis untuk pembuatan klasifikasi kerentanan genangan dan mengetahui agihan atau sebaran spasial wilayah-wilayah yang rentan genangan. Metode analisis yang digunakan adalah metode tumpangsusun peta-peta curah hujan, kemiringan lahan, penggunaan lahan, drainase permukaan, dan infiltrasi tanah yang masing-masing diberi harkat dan bobot serta menggunakan operasi aritmatika penjumlahan. Hasil penelitian diperoleh visualisasi dan klasifikasi kerentanan genangan Kota Malang berupa klasifikasi sangat rentan, rentan dan tidak rentan genangan. Klasifikasi kawasan sangat rentan dengan luas total 895,4 ha atau 8,1% dengan wilayah dominan di Kelurahan Sawojajar, Madyopuro, Kedungkandang dan Lesanpuro wilayah Kecamatan Kedungkandang. Klasifikasi kawasan rentan seluas 6226,93 ha atau 56,61% merata di wilayah Kecamatan Blimbing, sebagian Kecamatan Klojen dan Kedungkandang. Klasifikasi kawasan tidak rentan tersebar di wilayah Kecamatan Lowokwaru, dan sebagian kecil Kecamatan Klojen dengan luas total 3327,25 ha atau 30,2%. Untuk wilayah yang terindikasi masuk kawasan dengan klasifikasi sangat rentan genangan, dapat dipertimbangkan untuk diberikan pengurangan ketetapan PBB-nya yang besarnya sesuai Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor KMK-362/KMK.04/1999 tanggal 5 Juli 1999 .

Areas which are often flooded caused by rain have an effect on its land value. Sometimes, this condition makes the area become difficult to develop. From the Property Tax point of view, it is difficult to achieve the ideal tax revenue from such area. However, the flood factor has never been considered in assessing the Property Tax. This research aims to classify the flooded area into classes of risky areas. The result of the classification process is displayed on digital visualization. This can be used to assist tax officers in considering whether the taxpayers deserve a property tax relief. The location of this research is in Malang City, East Java Povince. The flooded area was analyzed by utilizing Geographic Information System to conduct the classification of the flood risk area and to discover the spatial distribution of flood risk areas. The analysis method used in this research is an overlay method which integrates rainfall, land slope, land use, surface drainage and land infiltration maps in which each factor has been weighted proportionally. The research has resulted in visualization and classification of the flood risk area in which 3 (three) classes were defined, i.e very risky, risky and less risky area. The areas which fall into very risky class cover 895,4 hectares or 8,1 % of Malang City which dominantly located in Kelurahan (smallest part of administrative region) Sawojajar, Kelurahan Madyopuro, Kelurahan Kedungkandang and Kelurahan Lesanpuro in Kecamatan (bigger part of administrative region than kelurahan) Kedungkandang. Areas covering 6226,93 hectares or 56,61 % of Malang City which fall into risky area are evenly distributed in Kecamatan Blimbing, Kecamatan Klojen and Kecamatan Kedungkandang. And for less risky area, it covers 3327,25 hectares or 30,2 % which spread out in Kecamatan Lowokwaru, Kecamatan Sukun and a small part of Kecamatan Klojen. For the area that is indicated very risky, can be considered whether the taxpayers deserve a property tax relief according to Finance Ministry of Republic of Indonesia regulation, KMK-362/KMK.04/1999.

Kata Kunci : Sistem Informasi Geografis,Peta ZNT Pengurangan PBB,Kawasan Rentan Genangan, flood area, classification of risky area, property tax relief


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.