Laporkan Masalah

Penerapan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk kajian aksesibilitas fisik zona permukiman. Kasus di kecamatan Gedongtengen dan Tegalrejo kotamadya Yogyakarta

Mukhtar Rosyid Harsono, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

1995 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Aksesibilitas zona permukiman merupakan salah satu informasi yang dibutuhkan oleh para perencana dan penentu kebijakan. Informasi tersebut di atas merupakan informasi yang dapat memberikan gambaran tentang bagaimana tingkat kemudahan penduduk di suatu zona untuk berhubungan atau menjangkau daerah lain. Kajian aksesibilitas zona permukiman dengan menggunakan penginderaan jauh dan sistem informasi geografis ini dilaksanakan di Kecamatan Jetis, Gedong Tengen dan Tegalrejo, Kotamadya Yogyakarta. Metode penelitian yang dipergunakan adalah penghar-katan dan pembobotan atas dasar data hasil interpretasi foto udara dan pengolahan data dalam sistem informasi geografis. Foto udara yang dipergunakan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 11.000 tahun 1987 disertai cek lapangan 1995. Kajian ini menitik beratkan pada aksesibilitas secara fisik, oleh karena itu parameter-parameter yang diper-gunakan yaitu (1) kerapatan jaringan jalan, (2) jarak dari jalur angkutan, (3) jarak dari jalan utama, (4) jarak dari stasiun Kereta Api, (5) lebar Jalan utama, (6) kualitas jalan utama, (7) lebar jalan lingkungan dan (8) kualitas jalan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto udara pankromatik hitam putih skala 1 11.000 tahun 1987 dapat digunakan sebagai penyedia data dengan ketelitian 94%. Penggunaan foto udara sebagai sumber data utama dapat digunakan dengan baik untuk perolehan data grafis dan data parameter yang dipergunakan. Atas dasar data hasil kajian diperoleh kenyataan bahwa aksesibilitas zona permukiman di daerah sekitar Jl. Diponegoro, Jl. Mangkubumi, Jl. Sudirman yang merupakan wilayah Kecamatan Jetis mempunyai tingkat aksesibilitas tinggi (klas 1). Tingkat aksesibilitas sedang dan rendah kebanyakan berada di Kecamatan Tegalrejo. Tinggi rendahnya tingkat aksesibilitas ditunjukkan oleh total nilai masing-masing zona permukiman yakni 49, 4957 dan >57. Daerah yang perlu mendapat perhatian yaitu daerah yang mempunyai tingkat aksesibilitas rendah yakni daerah yang nilainya kurang dari 49. Daerah tersebut menurut administrasi sebagian besar berada di Kecamatan Tegalrejo dan sebagian kecil di Kecamatan Jetis. Luas area masing-masing sebagai berikut: Kecamatan Tegalrejo meliputi Kelurahan Bener 156,0856 Ha, Kelurahan Kricak 8,3205 Ha, Kelurahan Karangwaru 223,0328 Ha sedangkan di Kecamatan Jetis hanya Kelurahan Cokrodiningratan seluas 0,0794 Ha Secara khusus daerah yang termasuk dalam klasifikasi rendah memang ketersediaan jalan relatif masih sedikit, jarak dari jalur angkutan umum cukup jauh. Apabila ingin mengembangkan daerah tersebut maka membuka atau membuat jalur transportasi umum. yang mendekati daerah permukiman tersebut merupakan langkah pemecahan masalah yang cukup baik.

-

Kata Kunci : Penginderaan jauh,Sistem informasi geografis,Zone permukiman,Jetis,Gedongtengen,Tegalrejo,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1995-Mukhtar_Rosyid_H-abstract.PDF  
  2. S1-1995-Mukhtar_Rosyid_H-bibliography.PDF  
  3. S1-1995-Mukhtar_Rosyid_H-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1995-Mukhtar_Rosyid_H-title.PDF