Laporkan Masalah

Usahatani petani minpadi di kecamatan Ngaglik kabupaten Sleman propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

Muhammad Yahya Sulaiman, Drs. St. M. Tohardi

1991 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian mengenai usahatani petani minapadi di-lakukan di Kecamatan Ngaglik Kabupaten Sleman Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Wilayah ini mempunyai kepa-datan penduduk yang tinggi dengan rata-rata luas lahan garapan sawah khususnya pada lahan sawah minapadi yang. sempit. Usaha untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah dengan luas lahan yang sempit antara lain dengan melak-sanakan intensifikasi. Untuk itu salah satu cara yang ditempuh adalah dengan usahatani minapadi, yaitu disam-ping menanam padi sebagai tanaman utama juga memelihara ikan di sawah tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas lahan sawah dan juga untuk meningkatkan pendapatan petani. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui I.1. dae-rah yang mempunyai sistem pergiliran tanaman yang berbe-da, 1.2. perbedaan produktivitas minapadi pada musim ta-nam rendengan dan gadu, II. demikian pula untuk mengeta-hui hubungan luas lahan garapan minapadi, hubungan ke-tersediaan oncoran pengairan, hubungan pengalaman dan ketrampilan petani dalam mengintensifkan minapadinya. Penelitian ini menggunakan metode sensus dengan me-milih lokasi yang mempunyai usahatani minapadi yang ter-dapat di 5 desa di Kecamatan Ngaglik dengan pemilihan responden sejumlah 150 kk petani yang mengusahakan mina-padi pada tahun 1989. Penelitian ini menggunakan data primer dengan wawancara kepada responden yang mengguna-kan daftar pertanyaan, disamping itu juga mengumpulkan data sekunder yang berhubungan dengan penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah dengan tabel frekuensi dan tabulasi silang. Se-mu-Hasil penelitian menunjukkan bahwa; produktivitas minapadi pada musim tanam tahun 1989 pada daerah dengan sistem pergiliran tanaman padi-palawija produktivitasnya lebih tinggi apabila dibandingkan dengan sistem pergi-liran tanaman padi-padi pada musim tanam yang sama. lanjutnya ada perbedaan produktivitas minapadi pada sim tanam rendengan yang lebih tinggi daripada produkti-vitas minapadi pada musim gadu pada lahan yang sama. Haz sil temuan lain yaitu, bahwa pada luas usaha 2.400 mempunyai produktivitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan luas lahan 2.400-4.200 m² dan 4.200 m. Kemudi-an adanya ketersediaan oncoran pengairan yang berkesi-nambungan menunjukkan bahwa produktivitas yang tinggi daripada oncoran seminggu, sekali, dan petani yang mempu-nyai tingkat pengalaman dan ketrampilan mempengaruhi pu-la tingkat intensifikasi dalam mengusahakan minapadinya Usahatani minapadi disamping untuk meningkatkan produktivitas lahan juga untuk meningkatkan pendapatan petani, dimana pada luas lahan 2.400 m mempunyai pen-dapatan rata-rata setahun sebesar Rp 464.000,00, pada luas lahan 2.400-4.200 m mempunyai pendapatan sebesar Rp 1.129.000,00 dan pada luas lahan 4.200 m pendapat-an yang diperoleh sebesar Rp 2.113.000,00 rata-rata tahun. Nampak bahwa pendapatan rata-rata setahun pada pengusaha padi saja, lebih tinggi sebesar Rp 547.000,00 apabila dibandingkan dengan pendapatan ikan sebesar Rp 135.000,00 dan pendapatan yang diperoleh petani hasil palawija Rp 87.000,00. Selain itu pendapatan petani pe-melihara ikan untuk pembesaran konsumsi lebih tinggi se-besar Rp 143.528,00 apabila dibandingkan dengan pemeli-haraan ikan untuk pembesaran benih sebesar Rp 132.000,00.

-

Kata Kunci : Petani minapadi,DIY,Sleman,Ngaglik,Usahatani petani

  1. S1-1991-Muhammad_Yahya_Sulaiman-abstract.PDF  
  2. S1-1991-Muhammad_Yahya_Sulaiman-bibliography.PDF  
  3. S1-1991-Muhammad_Yahya_Sulaiman-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-Muhammad_Yahya_Sulaiman-title.PDF