Laporkan Masalah

Aksesibilitas petani terhadap pelayanan pertanian program supra insus di desa Poncosari kecamatan Srandakan kabupaten Dati II Bantul

Nyoto Suwignyo, Drs. Rafael Murtomo, M.S.

1990 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Program Supra Insus pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan produksi padi, dalam arti pendapatan petani dan sekaligus memantapkan swasembada beras yang telah dicapai sejak tahun 1984. Pada pelaksanaan program Supra Insus dilengkapi prasarana berupa lembaga pelayanan per-tanian. Untuk mengetahui tingkat kemudahan petani men-dapatkan pelayanan dari lembaga pelayanan program Supra Insus, maka digunakan alat ukur aksesibilitas. Tujuan penelitian ini untuk mengukur tingkat aksesibilitas pelayanan pertanian dan pemerataan pelayanan terhadap kelompok sosial ekonomi. Guna mencapai tujuan tersebut. maka di pilih lokasi penelitian di Desa Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai. Penentuan dusun sampel dilakukan secara purposif yang didasarkan pada lokasi kelompok target Supra Insus, tingkat kemampuan kelompok tani, kondisi pengairan dan kondisi organisasi kelompok pengairan. Sampel responden dari dua dusun sampel, dipilih secara proporsional dari masing-masing dusun sebesar 35 responden petani penggarap. Analisa yang digunakan untuk penelitian ini adalah tabel frekuensi, tabulasi silang dan uji statistik kai kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan baru separo petani di daerah penelitian yang mempunyai tingkat aksesibilitas tinggi terhadap pelayanan pertanian, 51% untuk kredit. BRI, 46% untuk input saprodi, 45% untuk penyuluhan, dan pemasaran non KUD sebesar 67%. Distribusi pada masing-masing dusun ternyata menunjukkan bahwa tingkat ak-sesibilitas petani yang tinggi terhadap pelayanan per-tanian di Dusun Sambeng relatif lebih besar (54%) diban-dingkan di Dusun Godekan, Hasil penelitian juga menunjuk-kan antara variabel Status Sosial Ekonomi, Tingkat Pen-dapatan, Luas Penguasaan Lahan dengan Tingkat Ak-sesibilitas Pelayanan Pertanian tidak terdapat perbedaan yang meyakinkan. Melihat hasil penelitian di atas, dapat dikatakan meskipun pemerataan akses sudah mampu menjangkau keseluruh lapisan kelompok sosial ekonomi, tetapi tingkat aksesibilitas petani terhadap pelayanan pertanian masih belum memuaskan. Keaadaan ini menuntut penanganan yang lebih baik bagi lembaga pelayanan pertanian di Desa Pon-cosari, agar petani lebih akses terhadap lembaga pelayanan yang tersedia. Usaha perencanaan dalam pelak-sanaan program Supra Insus masih sangat diperlukan.

-

Kata Kunci : Pelayanan pertanian, Aksesibilitas petani,Srandakan,Bantul,DIY

  1. S1-1990-Nyoto_Suwignyo-abstract.PDF  
  2. S1-1990-Nyoto_Suwignyo-bibliography.PDF  
  3. S1-1990-Nyoto_Suwignyo-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1990-Nyoto_Suwignyo-title.PDF