Laporkan Masalah

Prospek transmigrasi swakarsa di kecamatan Candimulyo kabupaten magelang; kasus desa Tampir, Bateh, dan Trenten

Mulyadi, Drs. Alip Sontosudarmo, M.S.

1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Daerah penelitian yang terdiri dari desa-desa Tampir Wetan, Bateh, dan Trenten termasuk dalam wi-layah Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang, da-lam Pelita IV telah memberangkatkan sebanyak 116 kepala keluarga transmigran swakarsa tanpa bantuan biaya (TBB) ke luar pulau Jawa, namun masih ada pen-duduk yang belum mau bertransmigrasi swakarsa TBB walaupun famili atau tetangganya telah berada di da-erah transmigrasi sebagai transmigran. Sejalan de-ngan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk me-ngetahui hubungan antara tingkat keinginan penduduk untuk bertransmigrasi swakarsa TBB dengan faktor-fak-tor yang diduga berperan, khususnya jumlah anggauta keluarga, luas pemilikan lahan, pendapatan keluarga, sumber informasi tentang transmigrasi swakarsa TBB, dan ada tidaknya famili dekat yang menjadi transmi-gran. Pemilihan daerah penelitian dilakukan secara purposive, dan responden dari masing-masing desa di-tentukan secara proporsional sesuai populasi kepala keluarga yang memenuhi kriteria umur maksimal 49 ta-hun, dan bukan pegawai negeri/ABRI. Daerah penelitian terletak di lereng gunung Mer-babu pada sisi Barat, dengan topografi bergelombang. Sebagian besar (60,16 %) daerah ini berupa tegalan, dan (25,68 %) berupa sawah, dengan luas pemilikan la-han pertanian rata-rata 0,4829 hektar per rumah tang-ga. Untuk membuktikan hipotesis dalam penelitian ini, data yang diperoleh dianalisa dengan uji statistik, menggunakan perhitungan Koefisien Korelasi Rank Spear-man (r) dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 37% respon-den mempunyai tingkat keinginan rendah untuk bertran-smigrasi swakarsa TBB, 34% mempunyai tingkat keingin-an tinggi untuk bertransmigrasi swakarsa TBB, dan 29% mempunyai tingkat keinginan sedang untuk bertransmig-rasi swakarsa TBB. Berdasarkan tingkat keinginan pen-duduk untuk bertransmigrasi swakarsa TBB, maka daerah penelitian ini mempunyai prospek yang baik sebagai da-erah pengirim transmigran swakarsa TBB, karena 34% dari responden di daerah tersebut mempunyai tingkat keinginan tinggi untuk bertansmigrasi swakarsa TBB. Jumlah anggauta keluarga mempunyai kekuatan hubungan sedang dengan tingkat keinginan penduduk untuk bertra-nsmigrasi swakarsa TBB, baik pada tingkat kepercayaan 95% maupun 99%. Luas pemilikan lahan mempunyai ke-kuatan hubungan sedang dengan tingkat keinginan pen-duduk untuk bertransmigrasi swakarsa TBB, baik pada tingkat kepercayaan 95% maupun 99%. Pendapatan ke-luarga mempunyai kekuatan hubungan sedang dengan ting-kat keinginan penduduk untuk bertransmigrasi swakarsa TBB, pada tingkat kepercayaan 95% dan tidak pada 99%. Banyaknya sumber informasi tentang transmi-grasi swakarsa TBB mempunyai kekuatan hubungan kuat dengan tingkat keinginan penduduk untuk ber-transmigrasi swakarsa TBB, baik pada tingkat ke-percayaan 95% maupun 99%. Ada-tidaknya famili dekat yang menjadi transmigran mempunyai kekuatan hubungan sedang dengan tingkat keinginan penduduk untuk bertransmigrasi swakarsa TBB, baik pada ting-kat kepercayaan 95% maupun 99%.

-

Kata Kunci : Transmigrasi swakarsa,Transmigrasi, Magelang,Jawa Tengah

  1. S1-1990-Mulyadi-abstract.PDF  
  2. S1-1990-Mulyadi-bibliography.PDF  
  3. S1-1990-Mulyadi-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1990-Mulyadi-title.PDF