Laporkan Masalah

Migrasi penduduk di desa Sinduadi kecamatan Mlati kabupaten Sleman DIY

Nidaul Khasanah, Prof. Dr. Ida Bagoes Mantra

1989 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian migrasi penduduk yang dilakukan di desa Sin-duadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta, secara umum mempunyai tujuan untuk mengetahui mi-grasi masuk di desa Sinduadi. Tujuan tersebut antara lain un-tuk mengetahui Pertama, mengenai daerah asal migran kepala keluarga, kedua, untuk mengetahui alasan-alasan perpindahan migran kepala keluarga dan ketiga, untuk mengetahui karakte-ristik migran kepala keluarga. Dalam tujuan ketiga ini juga melihat karakteristik non-migran kepala keluarga yakni khusus mengenai tingkat pendidikan dan kondisi bangunan rumah seba-gai perbandingan dengan migran. 1 Pemilihan desa Sinduadi sebagai daerah penelitian de-ngan cara 'purposiv' karena mempunyai proporsi migran yang tinggi. Pemilihan responden dengan dua tahap, pertama kali dengan melakukan pengamatan pendahuluan, sehingga dipilih pe-dukuhan tertentu dengan cara purposiv'. Dari pedukuhan ter-pilih tersebut kemudian dilakukan sensus terhadap migran yang memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan dan untuk selan-jutnya di ambil sampel secara acak. Responden dalam peneliti-an sejumlah 75 migran kepala keluarga yang ditemui di pedukuh-an terpilih. Untuk mengetahui karakteristik non-migran, maka diambil responden non-migran kepala keluarga di daerah tujuan dengan jumlah yang sama dan cara yang sama dalam pedukuhan yang sama pula. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data se-kunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan wawancara dengan daftar pertanyaan dan berdasarkan hasil observasi, se-dang data sekunder diperoleh dari kantor Desa atau catatan dari instansi-instansi yang berkaitan dengan penelitian ini. Analisa data dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa proses perpindahan penduduk di desa Sinduadi pada umumnya dengan cara bertahap, jarang dengan cara langsung. Mereka pindah karena beberapa alasan utama sebagai penyebabnya dan yang paling besar persen tasenya adalah membeli tanah atau rumah karena sebelumnya be-lum mempunyai rumah atau tanah (24%). Migran kepala keluarga berdasarkan daerah asal, maka kotamadya Yogyakarta menunjukan persentase yang paling tinggi (50,7%), sedang lamanya ber-tempat tinggal di daerah tujuan rata-rata kurang dari 10 ta-hun yang lalu, sehingga dapat dikatakan perpindahan mereka masih relatif baru. Dari 75 responden, terdapat dua pertiga lebih (96%), perpindahan ini dilakukan oleh migran kepala keluarga laki-laki sementara sedikit sekali migran kepala keluarga wanita melakukan hal yang sama, sedangkan rata-rata mereka berusia produktif. Tingkat pendidikan migran kepala keluarga tergolong tinggi dibandingkan dengan non-migran kepala keluarga, merekamemperoleh pendapatan dengan bekal tingkat pendidikannya. Di samping itu banyak dari mereka yang melakukan aktivitas di luar desa penelitian terutama untuk bekerja, misalnya sebagai guru, pegawai negeri, berdagang dan yang lainnya. Sebagian besar migran kepala keluarga mempunyai jumlah tanggungan terhadap keluarga 3 (tiga) orang atau lebih. Hal ini sebagai indikasi bahwa mereka besar keinginannya untuk dapat memiliki tempat tinggal yang tetap. Keadaan ini dibuk-tikan oleh besarnya persentase migran kepala keluarga yang telah menempati rumah dengan status milik sendiri (76%), di samping itu besar pula persentase migran kepala keluarga yang memiliki rumah dengan kondisi bangunan yang permanen (73,3%) yang berarti mereka mempunyai rumah dengan kualitas yang baik.

Kata Kunci : Migrasi penduduk, Mlati,Sleman, DIY

  1. S1-1989-Nidaul_Khasanah-abstract.PDF  
  2. S1-1989-Nidaul_Khasanah-bibliography.PDF  
  3. S1-1989-Nidaul_Khasanah-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1989-Nidaul_Khasanah-title.PDF