Laporkan Masalah

Peranan pekerja wanita terhadap keluarga; studi kasus buruh industri baik di kalurahan Paseban, kecamatan Bayat kabupaten Klaten

Muftinatul Sifyani, Drs. Kasto, M.A.

1988 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Kondisi lingkungan suatu daerah besar pengaruhnya ter-hadap pemilihan pekerjaan. Tanah pertanian yang semakin sem-pit dan kesuburan tanah yang tidak memungkinkan, maka ba-nyak penduduk yang mencari pekerjaan di luar bidang pertani an yaitu pada industri kecil dan kerajinan yang memiliki ka rakteristik tersendiri. Keadaan ini terjadi di daerah pene-litian Kalurahan Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Kla-ten. Daerah ini tanahnya sebagian besar berupa hutan, ba-nyak terdapat industri batik dan lahan pertanian yang sem-pit, sehingga banyak penduduk yang beralih dari sektor per-tanian ke sektor industri batik. Ternyata di daerah peneli-tian ini banyak pekerja wanita yang bekerja sebagai buruh industri batik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeta-hui sumbangan dan penggunaan penghasilan pekerja wanita yang bekerja sebagai buruh industri batik terhadap kebutuh-an ekonomi keluarga dan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat penghasilan pekerja wanita buruh industri batik, ka rakteristik pekerja wanita dan status sosial ekonomi keluar ga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah meto de sampling. Penentuan daerah penelitian atau daerah sampe 1 berdasarkan metode "Purposive Sampling" yaitu berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu sesuai dengan tujuan pene litian. Untuk responden diambil secara simple random sam-pling yang meliputi pekerja wanita yang bekerja sebagai bu-ruh industri batik sebanyak 150 responden dan kepala keluar ga dari responden yang terkena sampel sebanyak 110 kepala keluarga. Selanjutnya data tersebut dianalisa dengan metode tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik peker ja wanita buruh industri batik, rata-rata berumur 34 tahun. Sedangkan umur mulai bekerja lebih awal karena dipengaruhi tingkat pendidikan yang masih rendah, yaitu kurang dari 12 tahun sebanyak 42 persen dan tingkat pendidikan dari 78 per sen yang pernah sekolah yang 73,3 persen hanya mencapai SD. Berdasarkan jam kerja, pekerja wanite buruh industri batik telah bekerja normal yaitu 91,3 persen dengan rata-rata jam kerja 47,29 jam per minggu. Penghasilan pekerja wanita buruh industri batik di da-erah penelitian sebagian besar berpenghasilan antara Rp.5.500,00 sampai Rp.7.000,00 per minggu dengan rate-rata penghasilan sebesar Rp.5.043,67 per minggu. Adapun pengguna an penghasilannya, sebanyak 94,7 persen menyatakan menyun-bang pada keluarga yang terdiri dari 52,7 persen sebagian untuk kebutuhan keluarga dan yang seluruhnya untuk mencu-kupi kebutuhan keluarga sebanyak 42,0 persen. Pesarnya sum bangan penghasilan pekerja wanita buruh industri batik yang lebih dari 60 persen sebanyak 53,3 persen, yang 39,3 persen di antaranya menyatakan menyumbang lebih dari 90 persen Penggunaan dari sumbongan ini sebagian besar untuk mencu-kupi kebutuhan primer sebanyak 69,7 persen. Eesarnya sumbang an penghasilan pekerja wanita buruh industri batik ini di samping dipengaruhi penghasilannya dan status perkawinan ju ga keadaan sosial ekonomi keluarga.

-

Kata Kunci : Pekerja wanita,Buruh industri batik,Bayat,Klaten,Jawa Tengah

  1. S1-1988-Muftinatul_Sibyani-abstract.PDF  
  2. S1-1988-Muftinatul_Sibyani-bibliography.PDF  
  3. S1-1988-Muftinatul_Sibyani-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1988-Muftinatul_Sibyani-title.PDF