Laporkan Masalah

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap fertilitas guru wanita sekolah dasar di daerah pedesaan dan perkotaan (studi kasus di Daerah Istimewa Yogyakarta)

Muzani Hendriyono, Dra. Riningsih Saladi, M.A.

1984 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tingginya tingkat kelahiran merupakan masalah yang di-hadapi Negara Indonesia dimana kelahiran merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat pertambahan penduduk di Indonesia. Dalam hal ini pemerintah Indonesia telah ber-usaha untuk memperlambat laju pertumbuhan penduduk dengan menurunkan tingkat kelahiran melalui program Keluarga Be-remcana, Tulisan ini merupakan penelitian fertilitas penduduk pada dua daerah yang berbeda kondisi sosial ekonominya ya-itu daerah pedesaan dan daerah perkotaan yang mengkhusus-kan pada guru wanita Sekolah Dasar yang merupakan contoh dalam masyarakat. Daerah pedesaan diwakili Kecamatan Turi dan Tempel, daerah, perkotaan diwakili Kecamatan Gondokusuman. Faktor yang diteliti meliputi: Usia kawin pertama, tempat tinggal waktu kecil hingga berumur 12 tahun, pendidikan suami, dan jumlah saudara kandung. Penelitian ini menggunakan metode sample random san-pling. Hal ini mengingat karena terbatasnya waktu biaya dan tenaga yang tersedia. Adapun metode sampling yang dimaksud yaitu meneliti sebagian dari populasi yang ada pada daerah penelitian. Responden yang diambil adalah guru wanita Seko-lah Dasar yang berstatus kawin berumur 20-54 tahun dan ter-daftar sebagai pegawai negeri. Data yang dikumpulkan adalah data primer, diperoleh dari responden dengan cara mowawanca-rai desgen daftar pertanyaan, sedang data sekunder, diper-oleh dari catatan-catatan kantor yang ada hubungannya de-ngan penelitian ini. Dari data yang diperoleh diasalisa, dengan menggunakan tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan fertilitas yang kecil antara daerah pedesaan dan daerah perkotaan, hal ini disebabkan karena fasilitas kesehatan yang memadai dan transportasi yang sudah cukup lancar. Usia kawin pertama dipedesaan dan perkotaan juga mempunyai perbedaan yang kecil dan usia kawin pertama mempunyai hubungan yang negatif de-ngan fertilitas yaitu semakin tinggi usia kawin pertama semakin rendah fertilitasnya. Guru wanita Sekolah Dasar yang pada waktu kecil hingga berumur 12 tahun hidup di daerah pedesaan dan saat ini ti-nggal di pedesaan ternyata rata-rata anak lahir hidupnya lebih tinggi dari pada guru wanita Sekolah Dasar yang pa-da waktu kecil tinggal di kota dan saat ini tinggal di pe-desaan. Tetapi untuk guru wanita Sekolah Dasar yang saat ini tinggal di perkotaan ternyata rata-rata anak lahir hi-hupaya sama untuk guru wanita Sekolah Dasar yang pada wak-tu kecil tinggal di pedesaan maupun di perkotaan. Sedang untuk pendidikan suami guru wanita Sekolah Da-sar berada di perkotaan ternyata mempunyai hubungan yang negatif yaitu semakin tinggi pendidikan suami semakin ren-dah fertilitasnya, untuk di daerah pedesaan sebaliknya. Yaitu semakin tinggi pendidikan suami semakin tinggi pula fertilitasnya, sedang jumlah saudara kandung guru wanita Sekolah Dasar mempunyai hubungan yang positip dengan fer-tilitas yaitu makin tinggi jumlah saudara kandung makin tinggi pula fertilitasnya hal ini kemungkinan disebabkan masih banyak responden yang menginginkan anak edial

-

Kata Kunci : Fertilitas guru wanita,Kotamadya Yogyakarta,Perkotaan,perdesaan

  1. S1-1984-Muzani_Hendriyono-abstract.PDF  
  2. S1-1984-Muzani_Hendriyono-bibliography.PDF  
  3. S1-1984-Muzani_Hendriyono-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1984-Muzani_Hendriyono-title.PDF