Laporkan Masalah

Pewilayahan potensi pengembangan kegiatan agroindustri di kabupaten dati II Magelang

Pravina Kirti, Prof. Dr. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.

2000 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Potensi sumberdaya alam di Kabupaten DATI II Magelang, berupa hasil produksi pertanian bahan makanan pokok, sayur-sayuran dan buah-buahan merupakan potensi yang perlu dikembangkan agar hasil produksi pertanian yang akan dijual mempunyai nilai tambah. Salah satu caranya dengan pengembangan agroindustri di daerah tersebut. Agroindustri yang ada di daerah penelitian jumlahnya masih sedikit, sehingga perlu dikaji potensi wilayah untuk pengembangan agroindustri. Untuk mengetahui potensi pengembangan agroindustri, perlu dibuat suatu pewilayahan agar wilayah-wilayah yang teridentifikasi dapat dikembangkan sesuai potensinya. Penelitian dengan judul "Pewilayahan Potensi Pengembangan Kegiatan Agroindustri di Kabupaten DATI II Magelang" difokuskan pada penyusunan pewilayahan potensi pengembangan agroindustri yang didasarkan pada potensi wilayah dan keterkaitannya dengan ketersediaan fasilitas sosial ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengkaji kegiatan agroindustri yang ada di daerah penelitian, (2) untuk menyusun pewilayahan potensi pengembangan agroindustri, berdasarkan evaluasi potensinya (3) untuk mengetahui keterkaitan antara potensi pengembangan agroindustri dengan fasilitas pelayanan sosial ekonomi yang mendukung. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini adalah analisa data sekunder. Teknik analisa data yang dipergunakan adalah skoring dan klasifikasi untuk menentukan potensi wilayah bagi pengembangan agroindustri; analisa Skalogram untuk menentukan klas ketersediaan fasilitas sosial ekonomi, analisa "Location Quotient" untuk menentukan wilayah dengan kegiatan agroindustri basis dan analisa Empat Kuadran untuk mengetahui keterkaitan antara potensi pengembangan agroindustri dengan ketersediaan fasilitas sosial ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, berdasarkan evaluasi potensinya, pewilayahan potensi pengembangan agroindustri di Kabupaten DATI II Magelang, kecamatan yang masuk kategori potensi tinggi bagi pengembangan agroindustri ada 4 kecamatan (19%), kategori potensi sedang 9 kecamatan (42,9%), kategori potensi rendah ada 8 kecamatan (38,1%). Berdasarkan perhitungan indeks potensi wilayah dapat diketahui bahwa semakin tinggi skor faktor-faktor pendukung keberadaan industri, semakin tinggi potensi pengembangan agroindustri. Kedua, kegiatan agroindustri yang ada belum sesuai dengan potensi pengembangan agroindustri. Daerah yang berpotensi tinggi tetapi tidak mempunyai agroindustri basis adalah Muntilan, Mungkid dan Mertoyudan. Daerah yang berpotensi rendah tetapi mempunyai agroindustri basis adalah Sawangan, Candimulyo, Grabag dan Salaman. Keempat daerah tersebut perlu mendapatkan perhatian dalam rangka usaha pengembangannya. Ketiga, potensi pengembangan agroindustri berkaitan dengan ketersediaan fasilitas sosial ekonomi.

Natural resources potential in Magelang Regency, such as farming. products, vegetables and fruits, need to be developed, so the products will have an added value. Agroindustrial development is one way to foster the production increase. The number of agro-industry in the location is still low, so further study on the agro-industry potential of the region is required. To understand the potential of agro-industry development, regionalization is needed to identify each region characteristics to develop based on its potential. The present study, titled "Regionalization of Agroindustrial Development Potential in Magelang Regency," is focused on regional composition of agroindustrial development based on the regional potential and its relatedness to the availability of socio-economic facilities. The objectives of the study are: (1) to investigate agroindustrial activities in the study area, (2) to create regionalization of agroindustrial development based on potential evaluation, (3) to observe the relationship between agroindustrial development potential and the supporting socio-economic facilities. Secondary data analysis with scoring and classification to determine region potential for developing agro-industry, scalogram analysis to determine the class of socio-economic facility availability, Location Quotient analysis to specify which region has agroindustrial activities, and four-quadrant analysis to reveal the relationship between agroindustrial development potential and the available socio-economic facility are utilized. The results show that, first, based on the potential evaluation and regionalization of agroindustrial development potential in the regency, 4 sub-regencies (19%) are categorized as high for agroindustrial development, 9 sub-regencies (42,9%) are in average category, and 8 regencies (38,1%) are low. The calculation of regional potential index shows that the higher the score of the agroindustrial development potential, the higher the prospect for further development. Second, the existing agroindustrial activities have not been relevant to agroindustrial development potential. The region with high potential, but without any agroindustrial basis, are Muntilan, Mungkid, and Mertoyudan. The regions having low potential, but with agroindustrial basis are Sawangan, Candimulyo, Grabag, and Salaman. These four regions need further attention for development. Third, agroindustrial development potential have something to do with the available socio-economic facilities.

Kata Kunci : agroindustri,Pengembangan wilayah, magelang,Jawa Tengah

  1. S1-2000-Pravina_Kirti-abstract.PDF  
  2. S1-2000-Pravina_Kirti-bibliography.PDF  
  3. S1-2000-Pravina_Kirti-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2000-Pravina_Kirti-title.PDF