Peran Psychological Capital terhadap Job Performance pada Tenaga Kependidikan dengan Happiness At Work Sebagai Mediator
Maryam Nisrina Dewi, Prof. Dra. Kwartarini Wahyu Yuniarti, M.Med.Sc., Ph.D., Psikolog
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Penelitian
ini meneliti hubungan mediasi kebahagiaan di tempat kerja (Happiness at Work) terhadap hubungan antara modal psikologis (Psychological Capital) dan kinerja kerja
(Job Performance) pada tenaga
kependidikan di Universitas Gadjah Mada. Psychological
Capital diukur dengan Psychological
Capital Questionnaire (PCQ); Happiness
at Work dengan Happiness at Work Scale
(HAW-S); dan Job Performance
menggunakan Individual Work Performance
Questionnaire (IWPQ). Dengan melibatkan 1.374 partisipan, analisis mediasi
menunjukkan bahwa Psychological Capital
memberikan pengaruh yang signifikan secara langsung maupun tidak langsung
(melalui Happiness at Work) terhadap Job Performance, dengan mediasi yang
bersifat parsial. Pengaruh langsung Psychological
Capital tetap dominan, menandakan bahwa faktor ini secara mandiri dapat
meningkatkan Job Performance,
sementara Happiness at Work memberikan
korelasi tambahan namun tidak sepenuhnya menjelaskan hubungan tersebut.
Analisis demografi partisipan menunjukkan bahwa usia, pendidikan, pengalaman
kerja, dan stabilitas ekonomi turut memperkuat tingkat Psychological Capital dan kebahagiaan kerja yang tinggi.
<!--[endif]-->
This study investigates the
mediating relationship of Happiness at Work in the link between Psychological
Capital and Job Performance among educational staff at Universitas Gadjah Mada.
Psychological Capital was measured using the Psychological Capital
Questionnaire (PCQ); Happiness at Work with the Happiness at Work Scale
(HAW-S); and Job Performance using the Individual Work Performance
Questionnaire (IWPQ). Involving 1,374 participants, the mediation analysis
indicated that Psychological Capital provided a significant direct and indirect
association (via Happiness at Work) with Job Performance, with partial
mediation. The direct association of Psychological Capital remained dominant,
indicating that this factor independently improves Job Performance, while Happiness
at Work offers an additional correlation but does not fully explain the
relationship. Demographic analysis of the participants revealed that age,
education, work experience, and economic stability further reinforced high
levels of Psychological Capital and workplace happiness.
Kata Kunci : happiness at work, Job Performance, mediasi, Psychological Capital, tenaga kependidikan