Hubungan Ekspresi Micro Ribonucleic Acid (miRNA) 654-5p dengan Derajat Kolateral Iskemia Tungkai Kronis Kritis
Luthfina Mufidati, Dr. dr. Muhammad Taufik Ismail, Sp.JP(K); dr. Arditya Damar Kusuma, M.Med(Clin.Epi), Sp.JP(K)
2025 | Tesis-Spesialis | ILMU PENYAKIT JANTUNG DAN PEMBULUH DARAH
Latar Belakang: Iskemia tungkai kronis
kritis (ITKK) merepresentasikan penyakit arteri perifer kronis dengan keparahan
lebih berat, yang menunjukkan adanya luaran klinis yang buruk apabila tidak
dilakukan intervensi. Meski dengan perkembangan tatalaksana terapi intervensi
maupun medikamentosa, penyakit arteri perifer masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat. Beberapa studi melaporkan bahwa miRNA berperan dalam arteriogenesis
melalui beberapa jalur sinyal yang berbeda. Salah satu miRNA novel yang
diperoleh dari hasil studi profiling adalah miR-654-5p. Secara khusus
literatur yang mengaji biomarka miRNA 654-5p dan kaitannya terhadap ITKK masih
sangat terbatas dan belum ada studi yang menghubungkan kadar ekspresinya dengan
derajat kolateral ITKK.
Tujuan Penelitian: Tujuan primer dari
penelitian ini ialah untuk menganalisis perbedaan ekspresi miRNA 654-5p pada
kelompok dengan ITKK dan tanpa ITKK serta berdasarkan derajat kolateral pada
pasien di RSUP Dr. Sardjito. Luaran sekunder penelitian ini ialah untuk mengetahui
perbedaan derajat kolateral pada kelompok usia, jenis kelamin, hipertensi, DM,
merokok, dislipidemia, dan penyakit ginjal kronis.
Metode Penelitian: Penelitian ini
merupakan studi observasional analitik dengan rancang bangun potong lintang
menggunakan data sekunder dari penelitian sebelumnya oleh Ismail et al.
(2025) yang dilakukan pada Februari - Oktober 2023 pada pasien ITKK dewasa
sesuai kriteria dari pedoman ESVS tahun 2019 yang telah dilakukan arteriografi
dan dilakukan pengambilan sampel darah untuk menilai ekspresi miRNA 654-5p.
Hasil Penelitian: Dari 33 subjek didapatkan 2 kelompok subjek, yaitu
kelompok dengan ITKK (n =15) dan kelompok tanpa ITKK (n =18). Nilai ekspresi
miRNA 654-5p mengalami peningkatan dengan nilai fold change 3,45.
Analisis kurva ROC didapatkan nilai AUC 57?ngan nilai titik potong optimal
berdasar indeks Youden yaitu 28,56 dengan sensitivitas 80?n spesifisitas 50%
(p = 0,492, IK 95% 0,370 – 0,771). Berdasarkan nilai titik potong tersebut,
tidak didapatkan kemaknaan signifikan (OR 4; IK 95% 0,835 – 19,162; p-value
0,074). Didapatkan perbedaan bermakna antara ekspresi miRNA 654-5p dengan
derajat kolateral (p-value 0,001). Pada analisis bivariat dengan
variabel perancu tidak didapatkan nilai yang bermakna secara statistika
terhadap derajat kolateral.
Kesimpulan: Ekspresi miRNA 654-5p lebih
tinggi didapatkan pada subjek dengan ITKK dibanding pada subjek tanpa ITKK,
meskipun secara statistika tidak signifikan. Ekspresi miRNA 654-5p lebih tinggi
didapatkan pada subjek dengan ITKK pada derajat kolateral yang lebih tinggi.
Background: Chronic
Limb-Threatening Ischemia (CLTI) represents most severe form of chronic
peripheral arterial disease, which is associated with poor clinical outcomes if
left untreated. Despite advances in interventional and pharmacological
therapies, peripheral arterial disease remains a major public health issue.
Several studies have reported that miRNA play a role in arteriogenesis through
multiple signaling pathways. One of the novel miRNAs identified through
profiling studies is miRNA 654-5p. However, literature specifically analysing
miRNA 654-5p as a biomarker and its association with CLTI remains very limited,
and no previous studies have linked its expression levels with the degree of
collateral formation in CLTI.
Objectives: The primary objective of
this study was to analyze the difference in miRNA 654-5p expression between
patients with and without CLTI, as well as according to the degree of
collateral formation among patients treated at Dr. Sardjito General Hospital.
The secondary objective was to determine the differences in collateral degree
based on age, sex, hypertension, diabetes mellitus, smoking status,
dyslipidemia, and chronic kidney disease.
Methods: This was an analytical
observational study with a cross-sectional design using secondary data from a
previous study by Ismail et al. (2025), conducted from February to
October 2023. The study included adult patients diagnosed with CLTI according
to the 2019 ESVS Guidelines on the Management of Chronic Limb-Threatening
Ischemia. These subjects had undergone arteriography and blood sample was taken
for miR-654-5p expression analysis.
Results: A total of 33 subjects were
included, consisting of two groups: CLTI (n = 15) and non-CLTI (n = 18). miRNA
654-5p expression was found to be upregulated with a fold change value of 3.45.
The ROC curve analysis yielded an AUC of 57%, with an optimal cut-off point
based on the Youden index was 28.56 with 80% sensitivity and 50% specificity (p
= 0.492, 95% CI 0.370–0.771). Based on this cut-off, there was no statistically
significant association between miRNA 654-5p expression and the presence of
CLTI (OR 4; 95% CI 0.835–19.162; p = 0.74). However, a significant difference
was found between miRNA 654-5p expression and collateral grade (p = 0.001). On
bivariate analysis, the association between collateral grade and confounders were
not statistically significant.
Conclusion: miRNA 654-5p expressions
were higher in subjects with CLTI, although with weak statistical power. Higher
miRNA 654-5p expression were higher in subjects with a worse collateral grade.
Kata Kunci : miRNA 654-5p, Iskemia tungkai kronis kritis