Laporkan Masalah

Distribusi tekanan dan unjuk kerja Aerofoil ekor pesawat terbang tipe V pada angka Reynolds rendah

HADI, Syamsul, Ir. Sutrisno, MSME.,Ph.D

2005 | Tesis | S2 Teknik Mesin

Ekor pesawat terbang tipe V adalah hasil penggabungan bagian horisontal dan vertikal ekor dengan membentuk sudut dihedral. Tipe ini mempunyai bentuk dan kontrol lebih sederhana, tapi menghasilkan gaya angkat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perubahan distribusi tekanan antar-muka dan unjuk kerja aerofoil akibat pengaruh sudut dihedral. Aerofoil NACA 0012 dengan variasi sudut dihedral 450, 600, dan 750 diuji dalam terowongan angin pada berbagai sudut serang dan kecepatan aliran udara. Untuk mendapatkan unjuk kerja aerofoil, sebagai perbandingan gaya angkat dan gaya hambat, dilakukan pengukuran dengan timbangan digital. Visualisasi dilakukan menggunakan smoke generator. Hasil penelitian menunjukkan perubahan karakteristik distribusi tekanan akibat interferensi. Pada sudut dihedral 450, koefisien gaya angkat maksimal adalah 0,45, dan perbandingan koefisien gaya angkat dan gaya hambat maksimal 8,5 adalah terbesar dibandingkan sudut lain. Hal ini juga diperlihatkan di grafik koefisien tekanan yang merupakan luasan paling besar. Penurunan gaya angkat terjadi pada sudut serang 120-160. Hasil visualisasi mendukung percobaan yang dilakukan bahwa terjadi interferensi antar-muka aerofoil pada pangkal sayap dan tumbuhnya vortex pada ujung sayap.

There are some modification on aircraft tail. V-tail as one of the modification from conventional tail, has a more simple in form and control. The purposes of this research are to measure pressure distribution and performance of airfoil that is caused by dihedral angle variations. NACA 0012 airfoils were tested in low speed wind tunnel at 450, 600, and 750 dihedral angle, in angle of attack and Reynolds number variations. The aerodynamics forces were measured by two digital balances. The flow pattern were visualized by using a smoke generator, and were recorded with digital camera. The result of the research showed that characteristics of pressure distributions were caused by flow interference. At 450 dihedral angle, maximal lift coefficient and airfoil permormance were 0.45 and 8.5. They were the highest result. Stall happened at 120-160 angle of attack. Visualizations showed flow interference at wingroot and wingtip vortex

Kata Kunci : Teknik Mesin,Aerofoil,Sudut Dihedral,Low Speed Wind,Tunnel, dihedral angle, airfoil, low speed wind-tunnel


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.