PENGARUH SUHU ARTIFICIAL AGING PADA SIKLUS PERLAKUAN PANAS T6 VELG PADUAN ALUMINIUM SEKRAP HASIL PENGECORAN SENTRIFUGAL TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS
Ardi Widyatmoko, Ir. Priyo Tri Iswanto, S.T. M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng
2012 | Tesis | S2 Teknik MesinMaterial yang banyak digunakan untuk proses pengecoran velg sepeda motor di industri pengecoran lokal adalah paduan aluminium sekrap hasil remelting velg mobil dengan proses pengecoran gravitasi, karena paduan ini mempunyai beberapa kelebihan antara lain : ringan, warnanya menarik dan prosesnya mudah dan murah, tetapi sifat mekaniknya masih rendah dibandingkan dengan hasil produk pabrikan maupun standar yang ada. Material yang digunakan dalam penelitian ini merupakan remelting dari velg mobil dengan pengecoran sentrifugal putaran 1000 rpm, suhu pouring 750 0C, pemanasan awal cetakan (moulding) 250 0C dan 300 0C, penambahan inokulan 0; 4; 5; 7,5 gram Al-TiB untuk penghalus butiran, sedangkan kualitas hasilnya yang ditinjau dari sifat fisis dan mekanisnya masih dibawah standar yang ada. Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sifat fisis dan mekanis dengan memberikan perlakuan panas T6 pada material tersebut diatas dengan siklus sebagai berikut: solution heat treatment 540 0C, waktu tahan 4 jam, water quenching dan artificial aging dengan 3 variasi suhu 150 0C, 175 0C, 200 0C waktu tahan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perubahan morfologi struktur mikro dan timbulnya presipitat Mg2Si, sehingga struktur terdiri dari ?-Al, Mg2Si dan fasa Si serta terjadi kenaikan sifat mekanis paduan aluminum sekrap akibat adanya perlakuan panas T6. Kenaikan optimum terjadi pada material yang diproduksi dengan pengecoran sentrifugal pada putaran 1000 rpm, suhu remelting 750 0C, suhu moulding 300 0C dan penambahan 4 gr Al-TiB serta diproses perlakuan panas T6 dengan siklus perlakuan solution heat treatment pada suhu 540 0C, waktu tahan 4 jam, quenching air dan artificial aging pada suhu 175 0C, waktu tahan 3 jam, meliputi kekuatan tarik = 267,2 Mpa dan elongasi = 15,92 %, melampaui dari standar sifat mekanik paduan aluminium A 356.0 permanen mould (ASM Handbook, 2000), sedangkan kekerasan Brinell = 65,76 kg/mm² masih dibawah standar dan kekuatan impak = 13,8 J/cm2
Kata Kunci : paduan aluminium sekrap, pengecoran sentrifugal, solution heat treatment, water quenching, artificial aging.