Evaluasi proyek intensifikasi pekarangan (studi kasus penanaman jeruk nipis tanpa biji dan gaduhan ternak domba atau kambing di dusun Rajek Lor, desa Tirtoadi kecamatan Mlati kabupaten Sleman
Rahadi Biwado, Drs. A.J. Suhardjo, M.A.; Drs. Prabowo A.N., M.Sc.
1995 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHEvaluasi adalah suatu untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektifitas dan dampak kegiatan-kegiatan proyek atau program sesuai tujuan yang akan dicapai secara sistematik dan obyektif. Evaluasi ini merupakan proses untuk menyempurnakan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan, membantu program dan pengambilan keputusan di masa depan.. perencanaan, penyusunan Penelitian ini mengkaji pelaksanaan Proyek Inten-sifikasi Pekarangan Melalui Penanaman Jeruk Nipis Tanpa Biji dan Gaduhan Domba atau Kambing yang sedang di laksanakan di Dusun Rajek Lor, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Proyek tersebut bertujuan untuk menumbuhkan sikap kemandirian warganya dalam menghadapi masalah kehidupan sosial ekonomi mereka, sehingga dapat mempertinggi kualitas hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji tingkat keberhasilan proyek dalam arti pencapaian tujuan proyek yang meliputi enam aspek yaitu aspek teknis, aspek managerial dan administratif, aspek organisasi, aspek komersiil, aspek finansiil, dan aspek ekonomis. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian evaluasi. Responden ditentukan secara sensus yaitu seluruh peserta proyek yang berjumlah 49 orang. Data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan responden menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan dengan penyajian tabel. program Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman jeruk nipis tanpa biji yang semula berhasil baik mengalami penurunan. Pada awalnya tiap batang pohon dapat menghasilkan sekitar 20 kg sekali panen dengan harga jual Rp 900,-/kg, akhirnya menurun menjadi sekitar 3 kg per batang setiap panen, dengan harga jual Rp 300,-/kg. Program gaduhan ternak domba atau kambing belum berjalan dengan baik. Dari 24 peserta yang mengikuti program gaduhan, 9 orang menggaduh 2 ekor, menggaduh 3 ekor dan 10 orang menggaduh 4 ekor. dari enam aspek menunjukkan bahwa: 5 orang Analisis 1. Aspek teknis belum berhasil. 2. Aspek managerial dan administratif kurang berhasil. 3. Aspek organisasi berhasil. 4. Aspek komersiil kurang berhasil. 5. Aspek finansiil kurang berhasil. 6. Aspek ekonomis berhasil.
-
Kata Kunci : Tanaman buah-buahan,Intensifikasi pekarangan,Mlati,Sleman,DIY