Uji Coba Awal Penggunaan Aplikasi Kata Kita Sebagai Media Intervensi Kemampuan Berbahasa Lisan Anak Cerebral Palsy dengan Speech Delay: Sebuah Pilot Studi
Kisman Safei, Elga Andriana, S.Psi, M.Ed, Ph.D
2025 | Skripsi | PSIKOLOGI
Bahasa adalah alat komunikasi universal yang digunakan manusia untuk bertukar informasi. Kemampuan berbahasa lisan memiliki peran yang sangat penting untuk memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain serta menyampaikan gagasan, pikiran dan informasi secara verbal. Namun, kemampuan ini tidak dapat berkembang dengan optimal pada beberapa anak, seperti yang dialami oleh anak dengan cerebral palsy. Hal ini terjadi karena disabilitas perkembangan yang kompleks pada cerebral palsy melibatkan motorik dan kognitif sehingga anak menghadapi hambatan dalam berbicara dan memahami bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi Kata Kita sebagai media intervensi kemampuan berbahasa lisan anak cerebral palsy dengan speech delay. Penelitian ini menggunakan desain kuasi eskperimen pendekatan one group pretest posttest. Partisipan berusia 4-11 tahun terdiri dari empat anak dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi dilaksanakan sebanyak enam pertemuan selama tiga minggu. Hasil uji paired sample t test dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya peningkatan yang signifikan pada kemampuan berbahasa lisan anak cerebral palsy dengan speech delay (MD=-20,5; p= <0>
Language is a universal communication tool used by humans to exchange information. Oral language skills play a crucial role in understanding information conveyed by others and conveying ideas, thoughts, and information verbally. However, this ability does not develop optimally in some children, such as those with cerebral palsy. This occurs because of the complex developmental disability in cerebral palsy involves motor skills and cognitive, making children face obstacles in speaking and understanding language. This study aims to explore the Kata Kita application as an intervention medium for the oral language skills of children with cerebral palsy and speech delay. This study used a quasi-experimental design with a one group pretest-posttest approach . Participants aged 4-11 years consisted of four children selected using a purposive sampling technique. The intervention was carried out in six meetings over three weeks. The results of the paired sample t-test from this study showed a significant increase in the oral language skills of children with cerebral palsy and speech delay (MD=-20,5; p=<0>
Kata Kunci : bahasa lisan, cerebral palsy, speech delay