Efek Penambahan 5 mg Deksametason pada Bupivakain 0,25% terhadap Durasi Blok Transversus Abdominis Plane Bilateral yang Dipandu USG Pasca Seksio Sesarea
Yoga Pranata, dr. Calcarina Fitriani Retno Wisudarti, SpAn-TI, Subsp.T.I.(K).; Dr. dr. Yusmein Uyun, SpAn-TI., Subsp. An. O(K).
2025 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN TERAPI INTENSIF
Latar Belakang: Penanganan nyeri akut yang baik pasca seksio sesarea dapat mempercepat pemulihan pasien dan mengurangi risiko terjadinya nyeri kronik serta depresi pasca melahirkan. Analgesia multi modal yang dianjurkan saat ini adalah kombinasi parasetamol dan NSAIDs terjadwal serta pemberian morfin intra tekal. Saat ini di Indonesia belum ada sediaan morfin yang dinyatakan bebas presipitat untuk bisa diberikan secara intra tekal dengan aman. Selain itu, pemberian morfin intra tekal tidak jarang disertai efek samping yang berpotensi mengganggu kenyamanan pasien. Diperlukan alternatif dari morfin intra tekal yang bisa menandingi durasi analgesia dari morfin intra tekal untuk digunakan sebagai ajuvan analgesia multimodal.
Tujuan: Untuk mengetahui efek penambahan 5 mg deksametason pada bupivakain 0,25% terhadap durasi analgesia blok TAP bilateral yang dipandu USG pasca seksio sesarea.
Metode Penelitian: Uji klinis acak terkontrol tersamar ganda. Subyek penelitian adalah 42 pasien yang menjalani seksio sesarea elektif dengan anestesi spinal dibagi dalam 2 kelompok. Kelompok intervensi (Z) mendapatkan blok TAP yang dipandu USG dengan bupivakain 0,25?n deksametason 5 mg volume 20 mL pada tiap sisi tubuh di akhir operasi. Kelompok kontrol (A) mendapatkan blok TAP dengan bupivakain 0,25?n NaCl 0,9% volume 20 mL pada tiap sisi tubuh di akhir operasi. Luarannya adalah waktu yang dibutuhkan sejak blok TAP diberikan sampai pasien meminta analgesia tambahan pertama kali.
Hasil: Rerata waktu yang dibutuhkan sejak blok TAP diberikan sampai pasien meminta analgesia tambahan pertama kali kelompok Z lebih lama jika dibanding kelompok A (17,4±7,58 vs 13,9±8,60 jam). Meskipun demikian, secara statistik perbedaan ini tidak bermakna (p<0>
Kesimpulan: Penambahan deksametason pada bupivakain untuk blok TAP bilateral tidak memperpanjang durasi analgesia blok TAP pasca seksio sesarea.
Background: Effective management of acute postoperative pain following cesarean section is crucial for enhancing patient recovery and minimizing the risk of chronic pain and postpartum depression. Current multimodal analgesia guidelines recommend scheduled administration of paracetamol and non-steroidal anti- inflammatory drugs (NSAIDs), along with intrathecal morphine. However, in Indonesia, morphine preparations suitable for safe intrathecal administration— specifically those free of precipitates—are not yet available. Additionally, intrathecal morphine is frequently associated with side effects that may compromise patient comfort. Therefore, alternative adjuvants capable of providing comparable analgesic duration are needed to optimize multimodal analgesia strategies. Objective: To evaluate the effect of adding 5 mg dexamethasone to 0.25% bupivacaine on the duration of ultrasound-guided bilateral transversus abdominis plane (TAP) block analgesia following cesarean section.
Methods: This study was a double-blind, randomized controlled clinical trial involving 42 patients undergoing elective cesarean section under spinal anesthesia. Participants were allocated into two groups: Intervention group (Z): Received ultrasound-guided bilateral TAP block with 0.25% bupivacaine and 5 mg dexamethasone (20 mL per side) at the conclusion of surgery. Control group (A): Received TAP block with 0.25% bupivacaine and 0.9% sodium chloride (20 mL per side). The primary outcome was the time interval from TAP block administration to the patient’s first request for additional analgesia / time to first analgesia (TFA). Results: The mean TFA was longer in the intervention group compared to the control group (17.4 ± 7.58 vs. 13.9 ± 8.60 hours). However, this difference did not reach statistical significance (p < 0>
Conclusion: The addition of dexamethasone to bupivacaine in ultrasound-guided bilateral TAP block does not significantly prolong analgesic duration following cesarean section.
Kata Kunci : seksio sesarea, anestesi spinal, blok TAP, bupivakain, deksametason