Industri kerajinan kuningan pengaruhnya terhadap perkembangan pendapatan pengrajin dan penyerapan tenaga kerja di desa Cirdogo dan desa Jurangsapi kecamatan Tapen kabupaten Bondowoso
Riyatno, Drs. Ig. Sugiman, M.S.
1996 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANSkripsi dengan judul "Industri Kerajinan Kuningan Pengaruhnya Terhadap Perkembangan Pendapatan Pengrajin Dan Penyerapan Tenaga Kerja di Desa Cindogo dan Desa Jurangsapi Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso" ini merupakan hasil penelitian di desa Cindogo dan desa Jurangsapi Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso Propinsi Jawa Timur. Dipilihnya dua desa ini de-ngan pertimbangan karena desa Cindogo dan desa Jurangsapi memiliki potensi di bidang industri kerajinan kuningan, sementara mata pencaharian penduduknya pada dasarnya adalah sebagai petani. Industri kerajinan kuningan di Kecamatan Tapen ini walaupun kecil jumlahnya apabila ditinjau dari skala makro tetapi telah banyak melibatkan tenaga kerja pedesaan di desa Cindogo dan Jurangsapi sebagai pilihan pekerjaan pokok maupun sebagai sampingan di luar sektor pertanian. Adanya saingan dari in-dustri-industri besar padat modal yang memproduksi barang-barang sejenis untuk keperluan rumah tangga ternyata tidak menyebabkan industri kerajinan kuningan ini mati, tetapi kenyataannya masih tetap bisa bertahan dan berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik pengrajin kuningan, untuk mengetahui besarnya sumbangan pendapatan dari usaha industri kerajinan kuningan terhadap total pendapatan bersih keluarga, dan faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap industri kerajinan kuningan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus. Sebagai responden adalah kepala keluarga yang membuat atau berusaha di bidang in-dustri kerajinan kuningan pada tahun tertentu, baik secara musiman maupun sepanjang tahun. Jumlah responden ada 40 kepala keluarga, 24 di desa Jurangsapi dan 16 di desa Cindogo semuanya diambil sebagai responden. Analisa data dengan menggunakan analisa kualitatif dan analisa kuantitatif de-ngan menggunakan tabel frekuensi dan tabel silang serta menggunakan analisis statistik "product moment" untuk membuktikan hipotesis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa industri kerajinan kuningan dapat bertahan karena faktor turun temurun antar generasi, penggunaan teknologi yang sederhana dalam proses produksinya (sistem produksi cetak dari lilin) sehingga tidak memer-lukan pendidikan atau pengetahuan yang tinggi untuk bisa terlibat di dalamnya (prosentase pendidikan pengrajin yang tidak tamat SD dan tamat SD 77,5%). Sumbangan pendapatan bersih terhadap pendapatan total keluarga dari usaha non industri kerajinan kuningan ternyata lebih besar dibandingkan sumbangan pen-dapatan dari usaha industri kerajinan kuningan. Pendapatan dari usaha industri kerajinan kuningan ini ternyata dapat memenuhi kebutuhan pokok minimum keluarga pengrajin. Dalam proses produksinya industri kerajinan kuningan masih mengandalkan faktor tenaga kerja manusia baik tenaga kerja kerabat atau keluarga maupun tenaga kerja dari tetangga dalam desa. Sementara bahan baku dan bahan penolong yang berupa kuningan rosok, timah, seng, malam, lilin serta bahan bakar yang berupa arang masih didatangkan dari luar desa. Ada hubungan yang positif antara banyaknya tenaga kerja yang dipakai dengan besarnya pendapatan pengrajin. Untuk perkembangan dan kemajuan industri kerajinan kuningan di desa Cindogo dan desa Jurangsapi di masa mendatang, maka perlu difungsikannya peran aktif koperasi dan anggotanya serta bapak angkat sebagai tempat menampung produk-si, menentukan harga dasar dan kualitas produksi serta memberikan modal atau pinjaman pada pengrajin yang memiliki modal kecil.
-
Kata Kunci : Industri kerajinan kuningan,Pendapatan pengrajin,Penyerapan tenaga kerja,Bondowoso,Jawa Timur,Tapen