Laporkan Masalah

Tenaga kerja anak upahan dalam kegiaan ekonomi rumah tangga (kasus kelurahan Karangrejo kecamatan Borobudur kabupaten Magelang)

Rosna Budiana, Prof. Drs. Kasto, M.A.; Drs. Sukamdi, M.Sc.

1995 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini berjudul Penggunaan Tenaga Kerja Anak Upahan Dalam Kegiatan Ekonomi Rumah Tangga Petani. Kasus Kelurahan Karangrejo Kecamatan Borobudur Kabupaten Mage-lang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penggunaan tenaga kerja anak usia 7-15 tahun dalam kegiatan ekonomi rumah tangga petani dan hubungan antara penggunaan tenaga kerja anak usia 7-15 tahun dengan kondisi rumah tangga petani. Penelitian ini menggunakan metode. sensus. Responden penelitian adalah kepala keluarga rumah tangga petani yang menggunakan tenaga kerja anak usia 7-15 tahun dalam ke-giatan ekonomi, dan tenaga kerja anak upahan. dari rumah tangga petani yang terkena sampel. Responden terdiri 121 kepala keluarga rumah tangga petani dan 160 tenaga kerja anak usia 7-15 tahun yang bekerja upahan. Pengumpulan. data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan. Analisis data menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang yang diperkuat dengan test statistik kai kuadrat dan dan T-test. Hasil penelitian menemukan bahwa anak-anak yang beker-ja upahan rata-rata berusia 12 tahun. Mereka berjualan dan menawarkan jasa sewa payung dan cuci mobil di lokasi Taman Wisata Candi Borobudur serta bekerja pada industri kerajinan rumah tangga setempat. Lama bekerja tenaga kerja anak terbesar berkisar antara 0-1 tahun, dengan rata-rata lama bekerja 0.7 tahun. Tenaga kerja anak perempuan mempunyai rata-rata jam kerja per minggu sedikit lebih besar dari anak laki-laki, demikian pula rata-rata peng-hasilan per minggunya. Hal ini disebabkan oleh perbedaan jam kerja dan jenis barang dagangan yang ditawarkan, anak perempuan lebih banyak menawarkan makanan/minuman sedangkan anak laki-laki lebih banyak menawarkan barang kerajinan. Penghasilan yang diperoleh sebagian disumbangkan ke keluar-ga, yaitu berkisar antara Rp 1.501 3.000 per minggu. Sisa penghasilan yang ada sebagian besar digunakan. untuk kebutuhan sekolah dan untuk ditabung, hal ini juga berarti meringankan beban orang tua. Dengan demikian dapat dikata-kan tenaga kerja anak mempunyai arti ekonomi yang cukup penting bagi rumah tangganya. Penggunaan jumlah tenaga kerja anak upahan usia 7-15 tahun berbeda menurut pendidikan orang tua, status ekonomi dan beban. tanggungan keluarga. Sebagian besar orang tua rumah tangga petani hanya berpendidikan sampai Sekolah Dasar. Hal ini disebabkan karena kurangnya prasarana dan sarana pendidikan yang ada. Rumah tangga petani sebagian besar termasuk dalam status ekonomi miskin dan menguasai lahan pertanian yang sempit. Dengan demikian dapat dikata-kan bahwa keadaan sosial ekonomi yang rendah dan adanya kesempatan kerja mendorong rumah tangga petani menggunakan tenaga kerja anak usia 7-15 tahun dalam kegiatan ekonomi rumah tangga petani.

-

Kata Kunci : Tenaga kerja anak,Ekonomi rumahtangga petani,Borobudur,Magelang,Jawa Tengah

  1. S1-1995-Rosna_Budiana-abstract.PDF  
  2. S1-1995-Rosna_Budiana-bibliography.PDF  
  3. S1-1995-Rosna_Budiana-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1995-Rosna_Budiana-title.PDF