Laporkan Masalah

Profil pekerja wanita pada industri manufaktur di desa Klepu kecamatan Klepu kabupaten Semarang (studi tentang keadaan sosial ekonomi aktivitas, dan pendapatan)

Teguh Rahayu Slamet, Drs. Kasto, M.A.; Drs. Sukamdi, M.Sc.

1994 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini berjudul Profil Pekerja Wanita Pada Industri Manufaktur Di Desa Klepu Kecamatan Klepu, Kabupaten Semarang; Studi Tentang Keadaan Sosial-Ekonomi, Aktivitas dan Pendapatan. Tujuan penelitian untuk mengetahui latar belakang dan karakteristik pekerja wanita pada industri manufaktur, yang meliputi: status sosial-ekonomi keluarga, umur, status kawin, pendidikan, mobilitas pekerjaan, cara memperoleh pekerjaan, jam kerja, masa kerja, serta pendapatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Responden adalah pekerja wanita yang bekerja pada industri manufaktur. Jumlah sampel sebanyak 140. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan daftar pertanyaan. Pengolahan data menggunakan bantuan komputer program SPSS/PC. Analisis data menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang yang diperkuat dengan test Kai Kuadrat. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pekerja wanita pada industri manufaktur mempunyai status sosial-ekonomi rendah. Rata-rata umur pekerja wanita adalah 26 tahun, 65,7 persen berstatus kawin dan 52,9 persen berstatus sebagai istri kepala keluarga. Pendidikan pekerja wanita 60,0 persen hanya sampai SD, 25,7 persen tamat SLTP, 14,3 persen tamat SLTA. Untuk bekerja pada industri manufaktur diperlukan pihak ketiga agar lebih mudah diterima bekerja. Hasil test Kai Kuadrat menunjukkan ada perbedaan yang signifikan lama menunggu diterima bekerja menurut cara melamar kerja. Mobilitas pekerjaan relatif cukup tinggi yaitu sebesar 38,6 persen pekerja yang pernah ganti pekerjaan. Seperti dugaan semula alasan ganti pekerjaan adalah karena upah rendah. Pendapatan pekerja wanita pada industri manufaktur tergolong rendah, rata-rata sebesar Rp 76.382 per bulan.. Upah rata-rata tersebut lebih besar dari pada UMR Jawa Tengah yang besarnya Rp 64.800 per bulan. Namun demikian 50 persen pekerja wanita di daerah penelitian menerima upah kurang atau sama dengan Rp 60.000 per bulan. Hasil test Kai Kuadrat menunjukkan adanya perbedaan pendapatan menurut jam kerja dan lama bekerja. Pendapatan pekerja wanita pada industri manufaktur tidak dipengaruhi oleh tingkat pendidikan. Dalam penelitian ini tidak dijumpai pekerja wanita yang bekerja di bawah 35 jam per minggu sebagai batas pemanfaatan kurang. Rata-rata jam kerja adalah 47 jam per minggu. Rata-rata lama bekerja adalah 3,25 tahun. Dalam waktu dekat diperkirakan sektor industri di daerah penelitian akan menjadi lapangan pekerjaan utama menggantikan sektor pertanian.

-

Kata Kunci : Pekerja wanita,Industri manufaktur,Klepu,Semarang,Jawa Tengah

  1. S1-1994-Teguh_Rahayu_Slamet-abstract.PDF  
  2. S1-1994-Teguh_Rahayu_Slamet-bibliography.PDF  
  3. S1-1994-Teguh_Rahayu_Slamet-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1994-Teguh_Rahayu_Slamet-title.PDF