Pemanfaatan angkatan kerja di Propinsi Jawa Tengah (analisis susenas 1995)
Dody Roeslani Prihantono, Drs. Sukamdi, M.Sc
1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANTujuan penelitian ini (1) mengetahui pemanfaatan angkatan kerja di Propinsi Jawa Tengah menurut Kelompok Wilayah Pembangunan sesuai dengan arah. pengembangannya, (2) mengetahui pemanfaatan angkatan kerja menurut karakteristik angkatan kerja. Konsep pemanfaatan angkatan kerja mendasarkan pada Hauser khususnya berdasarkan jam kerja. Penelitian dilakukan dengan analisa data sekunder dengan data utama SUSENAS 1995 (data Kor) Propinsi Jawa Tengah. Data sekunder lainnya digunakan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari seluruh angkatan kerja di Jawa Tengah 4,27 persen termasuk tidak dimanfaatkan karena mencari kerja/menganggur. Pada mereka yang telah bekerja 46,6 persen belum dimanfaatkan penuh dan 53,4 persen telah dimanfaatkan secara penuh berdasarkan jam kerja >35 jam per minggu. Dari 10 WP di Jawa Tengah dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok WP berdasarkan arah pengembangan masing-masing WP. Adanya perbedaan arah pengembangan masing-masing Kelompok WP memberikan perbedaan pula pada pemanfaatan angkatan kerja antar Kelompok WP Pemanfaatan angkatan kerja tidak penuh karena menganggur terutama terjadi di kelompok WP A berkisar 12-24 persen. Sementara kelompok WP lainnya hanya berkisar dibawah 10 persen. Pemanfaatan tidak penuh karena jam kerja terutama terdapat di kelompok WP A berkisar 9-21 persen, sedangkan di kelompok WP lainnya berkisar 2-14 persen saja. Perkiraan pemanfaatan tidak penuh yang lain, ditunjukkan dengan angka pengangguran bruto sebesar 48,88 persen. Angka pengangguran bruto terutama di dominasi oleh komponen pemanfaatan angkatan kerja tidak penuh karena jam kerja atau setengah pengangguran karena jam kerja (46,6 persen). Menurut Kelompok WP, angka pengangguran bruto di kelompok WP A dan D dengan arah pengembangan utamanya non pertanian adalah yang tertinggi. Pemanfaatan angkatan kerja secara penuh terutama terdapat pada kelompok WP A berkisar 9-19 persen dan kelompok WP B yakni 18 persen. Di kelompok WP lainnya hanya berkisar pada angka dibawah 12 persen. Berdasarkan karakteristik angkatan kerja terdapat perbedaan pemanfaatan angkatan kerja menurut kelompok WP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan tidak penuh karena mencari kerja atau menganggur banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan, berdasarkan umur terdapat pada kelompok umur muda antara 20-24 tahun (33,2 persen) dan dilihat dari pendidikannya, lebih 45 persen angkatan kerja yang berpendidikan tinggi termasuk mencari kerja atau menganggur. Berdasarkan lapangan usaha dan jam kerja, pemanfaatan tidak penuh pekerja sektor pertanian sebanyak 64,4 persen, diikuti sektor jasa 24,4 persen dan sektor manufaktur 11,2 persen. Pemanfaatan angkatan kerja secara penuh terdapat pada sektor jasa sebesar 46,4 persen, sektor manufaktur sebesar 27,6 persen dan sektor pertanian sebesar 26 persen. Berdasarkan status pekerjaan, pemanfaatan tidak penuh pada pekerjaan sektor informal lebih tinggi yaitu 78,1 persen dan sektor formal 21,9 persen. Kemudian pemanfaatan penuh pada pekerjaan sektor informal lebih rendah yaitu 49,9 persen dan sektor formal 50,1 persen. Berdasarkan jenis pekerjaan, pemanfaatan tidak penuh terjadi pada jenis pekerjaan kasar 78,7 persen, jenis pekerjaan setengah terampil 15,3 persen dan jenis pekerjaan terampil hanya 5,7 persen. Pemanfaatan penuh pada jenis pekerjaan kasar sebesar 61,9 persen, jenis pekerjaan setengah terampil 26,2 persen dan jenis pekerjaan terampil hanya 11,0 persen.
-
Kata Kunci : Angkatan kerja,Jawa Tengah