Sumbangan penghasilan pekerja wanita lajang bagi ekonomi rumah tangga di desa Lebo kecamatan Sidoarjo kabupaten Sidoarjo
Elmy Sundariyati, Dra. Riningsih Saladi, M.A.
1997 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPeranan wanita dan ekonomi rumahtangga di pedesaan erat kaitannya dengan KK yang tersedia KK bagian wanita di pedesaan masih terbatas pada bidang pertanian, se-hingga perlu perluasan KK di sektor non pertanian. Pene-litian ini bertujuan mengetahui sumbangan penghasilan pekerja wanita lajang di sektor non pertanian bagi ekono-mi rumahtangga, dengan memperhatikan karakteristik peker-ja wanita lajang dan keadaan sosial ekonomi keluarga. Pemilihan responden (sampel) diambil dengan cara sensus, dan yang diambil adalah wanita lajang dalam usia kerja (15-30 tahun) yang bekerja dan belum menikah. Data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder, data primer dilakukan dengan wawancara, kemudian data dianalisa dengan menggunakan tabulasi frekuensi dan tabulasi silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata umur pekerja wanita lajang saat penelitian berumur 20,76 tahun. Tingkat pendidikan pekerja wanita lajang di Desa Lebo cukup tinggi sebanyak 60 persen tamat SMTA tingkat pendidikan yang tinggi mempunyai usia mulai kerja yang tinggi pula. Di daerah penelitian tidak dijumpai pekerja wanita lajang yang berumur di bawah 15 tahun. Bidang industri terutama buruh industri menyerap lebih banyak pekerja wanita lajang. Tingginya bidang industri karena di sektor Desa Lebo dibangun pabrik yang menyerap pekerja wanita lajang, disamping memang karena terbatasnya KK yang ada sekarang ini. Terdapat pengaruh antara jenis pekerjaan terhadap jam kerja. Jam kerja paling panjang adalah pekerjaan di bidang jasa, yakni lebih dari 55 jam perminggu. Sejumlah 18,75 persen pekerja wanita lajang melakukan mobilitas horisontal keluar wilayah Desa Lebo dalam rangka bekerja pekerja wanita lajang yang melakukan pergantian pekerjaan hanya 25 orang dari 80 responden. Rata-rata penghasilan pekerja wanita lajang di Desa Lebo Rp 135.625 perbulan. Dari rata-rata tersebut pengha-silan pekerja wanita lajang mengelompok pada penghasilan antara Rp 100.000 Rp 150.000. Jenis pekerjaan tiap bidang mempunyai penghasilan, dari penghasilan tersebut tiga perempatnya disumbangkan untuk keluarga, dan sisanya yaitu seperempat bagian digunakan untuk memenuhi kebutuh-an sendiri. Sebagian besar sumbangan yang diberikan berkisar antara 50-75 persen dari penghasilannya. Sum-bangan penghasilan tersebut sebagian besar digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan. Beberapa faktor yang mempunyai besar sumbangan penghasilan antara lain: jumlah tanggungan, penghasilan keluarga, dan jenis pekerjaan. Pekerja wanita lajang tidak terdapat pengaruh antara jenis pekerjaan dengan besar sumbangan, dimana sumbangan penghasilan antara 50-74 persen dan 75-100 persen terbe-sar terdapat pada pegawai dan buruh industri.
-
Kata Kunci : Penghasilan pekerja wanita,Pekerja Wanita,Ekonomi rumahtangga,Pekerja wanita lajang,Sidoarjo,Jawa Timur