Kajian pola permukiman dan agihan fasilitas kota berdasarkan teknik penginderaan jauh dan sistem informasi georafi (Kasus di kotamadya Surakarta bagian selatan)
Djoko Marwasta, Prof. Dr. Sutanto; Drs. R. Suharyadi, M.Sc.
1996 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini mengambil judul 'Kajian Pola Permukiman dan Agihan Fasilitas Kota Berdasarkan Teknik Penginderaan Jauh dan Sisten Informasi Geografis'. Daerah telitian yang dipilih adalah Kotamadya Surakarta bagian Selatan. Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengkaji kehandalan foto udara format kecil, mengkaji hubungan pola permukiman dengan agihan fasilitas kota, dan mengkaji keserasian antara agihan fasilitas kota dan agihan penduduknya. Fenomena yang diteliti adalah kepadatan, keteraturan, dan rerata ukuran bangunan rumah mukim sebagai komponen pembentuk pola persebaran permukiman, fasilitas kota dan utilitas umum, pusat kota dan pusat perdagangan, serta kepadatan penduduk per area permukiman. Untuk meneliti fenomena tersebut digunakan sumber data primer berupa hasil interpetasi foto udara format kecil jenis pankromatik berwarna skala asli film negatif 1:20000 dicetak dengan perbesaran menjadi skala 1:5500 tanggal pemotretan 5 Desembar 1992, dibantu data sekunder dari berbagai instansi, dan pekerjaan lapangan. Metode yang digunakan untuk menyadap data dari foto udara tersebut adalah interpretasi secara visual. Data yang dianalisis diperoleh dari hasil tumpangsusun peta-peta tematik variabel penelitian dengan bantuan SIG secara digital menggunakan perangkat lunak Arc/info. Cara analisis datanya adalah dengan analisis statistik dan analisis peta. Analisis statistik digunakan untuk menguji hubungan dan pengaruh antara variabel bebas dan tak bebas, dengan cara menghitung koefisien regresi berganda dan koefisen korelasi tata jenjang, pada lokasi sampel yang dipilih. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah 'stratified random sampling'. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas kota mempengaruhi kepadatan dan rerata ukuran bangunan dalam satu unit permukiman, dengan mengikuti suatu kecenderungan semakin lengkap fasilitasnya semakin padat permukimannya, tetapi fasilitas kota tidak mempengaruhi keteraturan bangunan rumah mukim. Hasil lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pola permukiman dengan jarak terhadap pusat kegiatan. Disamping itu dari penelitian juga menunjukkan bahwa pada daerah penelitian telah dijumpai adanya kesesuaian antara kepadatan penduduk pada tiap lahan permukiman dengan fasilitas yang ada pada daerah permukiman yang bersangkutan.
-
Kata Kunci : Pola permukiman,Fasilitas kota,Penginderaan jauh,Sistem informasi geografis,Surakarta,Jawa Tengah