Penggunaan peta untuk studi pola persebaran pelaksanaan persertifikatan tanah tahun 1988/1989 sampai dengan 1992/1993 kabupaten Minahasa propinsi Sulawesi Utara
Dondokambey Robby, Drs. Yusron Halim; Drs. Ibnu Kadyarsi
1993 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini mencoba menggunakan peta sebagai sarana untuk studi pola persebaran pelaksanaan pensertifi-katan tanah di Kabupaten Daerah Tingkat II Minahasa. Tujuan Penelitian ini, (1) menyajikan kedalam bentuk peta, untuk mengetahui pola persebaran pelaksanaan penser-tifikatan tanah, (2) menilai faktor-faktor yang menyebab-kan terjadinya variasi pola persebaran pelaksanaan penser-tifikatan tanah. Untuk mencapai tujuan pertama dalam penelitian ini, digunakan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Cara kualitatif yaitu untuk mengetahui pola distribusi jenis kegiatan pelaksanaan pensertifikatan tanah. Cara ini dilakukan dengan analisis data sekunder lokasi atau wila-yah kecamatan yang ditetapkan sebagai lokasi atau wilayah kerja pelaksanaan pensertifikatan tanah baik rutin atau pribadi, Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA), Proyek Peningkatan Pengurusan Hak Tanah (P3HT). Cara kuantitatif yaitu untuk mengetahui variasi pola persebaran pelaksanaan pensertifikatan tanah. Cara ini dilakukan dengan analisis data sekunder, yaitu perbandingan antara jumlah kepala keluarga yang memiliki sertifikat tanah dengan jumlah kepala keluarga keseluruhan selanjutnya dianalisis dengan cara scaling untuk menentukan klasifikasinya. Untuk menca-pai tujuan kedua dalam penelitian ini digunakan analisis secara kualitatif dan kuantitatif. Cara kualitatif, yaitu dengan teknik tumpang susun (over lay) antara peta bentuk penggunaan lahan dengan peta pola pelaksanaan pensertifi-katan tanah. Cara kuantitatif yaitu, dengan pengambilan sampel distratifikasi, selanjutnya besar sampel ditentukan dengan cara proporsional dari populasi yang memiliki sertifikat tanah dan tidak memiliki sertifikat tanah pada masing-masing strata. Hasil penelitian menunjukkan, (1) Pola persebaran pelaksanaan pensertifikatan tanah secara rutin atau priba-di sudah menyebar pada setiap unit kecamatan, sedangkan pelaksanaan pensertifikatan tanah secara Proyek Operasi Nasional Agraria (PRONA) dan Proyek Peningkatan Pengurusan Hak Tanah (P3HT) belum menyebar pada setiap unit kecama-tan. Selanjutnya pola pelaksanaan pensertifikatan tanah bervariasi pada kategori tinggi (63,01 100,00), sedang (19,51 63,00), rendah (0,00 19,50). (2) Dari hasil analisis kualitatif, menunjukkan bahwa bentuk penggunaan lahan merupakan salah satu faktor yang menyebabkan terja-dinya variasi pola pelaksanaan pensertifikatan tanah. Selanjutnya dari hasil analisis kuantitatif, diasumsikan bahwa mata pencaharian, pendidikan, alasan untuk memi-liki sertifikat tanah, cara untuk memperoleh sertifikat tanah, motivasi untuk mengurus sertifikat tanah, juga merupakan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya varia-si pola persebaran pelaksanaan pensertifikatan tanah.
-
Kata Kunci : Penggunaan Peta,Minahasa,Sulawesi Utara,Pola persebaran, Pensertifikatan tanah