Usaha ternak sapi perah rakyat di desa Mliwis kabupaten Boyolali suatu tinjauan geografis ekonomi
Dwi Astuti Ruhayati, Drs. St. M. Tohardi
1993 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANPenelitian yang telah dilaksanakan di Desa Mliwis, Kabupaten Boyolali, mengkaji tentang usaha ternak sapi perah yang dilakukan petani sebagai usaha sampingan, dari sudut pandang Geografi Ekono-mi. Penekanan tujuan dalam kajian ini yaitu (1) mengetahui faktor hijauan sebagai pakan ternak, modal, tenaga kerja dan pemasaran dalam mendorong petani mengusahakan sapi perah; (2) mengetahui hasil usaha sapi perah bagi petani pada lokasi dengan ketinggian yang berbeda; (3) mengetahui kemampuan usaha sapi perah dalam menyerap tenaga kerja keluarga dan tenaga kerja di luar keluarga petani; (4) mengetahui kondisi sosial ekonomi petani yang tertarik mengusahakan sapi perah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Responden dalam penelitian adalah kepala rumah tangga peta-ni yang sekaligus sebagai peternak sapi perah. Penentuan responden sebagai sampel penelitian dibedakan atas 2 kelompok yang didasarkan pada perbedaan ketinggian tempat dari permukaan laut (dpl), yaitu lokasi dengan ketinggian < 800 m.dpl dan 800 m.dpl. Pada masing-masing lokasi diambil 40 responden sebagai sampel, sehingga jumlah responden secara keseluruhan ada 80 kepala keluarga. Mengingat populasi yang terdapat di daerah penelitian homogen, maka pengam-bilan sampel dilakukan secara quota ramdom sampling. Untuk menguji kebenaran hipotesis dipergunakan tabel frekuensi, tabel silang dan uji kai kuadrat, yang datanya diambil dari data primer dan se-kunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan 80 responden dengan alat bantu kuesioner, sedang data sekunder dipero-leh dari dinas atau instansi yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, tidak terdapat perbedaan yang nyata tentang jumlah sapi yang dimiliki setiap peternak pada masing-masing lokasi ketinggian. Jika dilihat dari segi produksi susu dan pendapatan sapi perah, pada lokasi 800 m.dpl mempunyai hasil yang lebih besar daripada lokasi 800 m. dpl. Adanya usaha ternak sapi perah pada lokasi 800 m. dpl memberikan sumbangan pendapatan 53,3% terhadap pendapatan total dan sebesar 53,8% pada lokasi 800 m. dpl, sehingga petani dapat mencukupi kebutuhan pokok minimum. Usaha ternak sapi perah lebih banyak menyerap tenaga kerja keluarga (77,5% pada lokasi 800 m. dpl dan 80,2% pada loka-si 800 m. dpl) daripada tenaga kerja di luar keluarga (22,5 pada lokasi 800 m. dpl dan 19,8% pada lokasi 800 m. dpl). Petani pada kedua lokasi yang tertarik untuk mengusahakan sapi perah separo lebih (80% pada lokasi 800 m. dpl dan 57,5% pada lokasi 800 m. dpl) berasal dari petani kecil ke bawah, yang terdiri dari petani kecil (55% pada lokasi 800 m. dpl dan 30% pada lolasi 800 m. dpl) dan petani gurem (25% pada lokasi << 800 m. dpl dan 27,5% pada lokasi 800 m. dpl). Dengan adanya usaha sapi perah, maka hasil usahanya dapat meningkatkan pendapatan sehingga keadaan sosial ekonomi petani di Desa Mliwis pun akan meningkat pula dan akhirnya kesejahteraan hidup dapat dicapai.
-
Kata Kunci : Usaha ternak sapi perah,Boyolali,Jawa Tengah,Geografi ekonomi