Laporkan Masalah

Hubungan kelompok sosial ekonomi rumah tangga dengan pemanfaatan pelayanan kredit formal dan informal di pedesaan Studi kasus di desa Sidomulyo kecamatan Bambanglipuro kabupaten Daerah Tingkat III Bantul

Dodhy Achdiyat, Drs. Rafel Murtomo, M.S.

1990 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Keterbatasan penguasaan modal merupakan ciri yang melekat di masyarakat pedesaan. Pola pendapatan serta pengeluaran yang sifatnya musiman mengakibatkan masyara-kat pedesaan yang pada umumnya petani membutuhkan sumber pinjaman atau kredit dari waktu ke waktu. Penelitian yang dilakukan di Desa Sidomulyo Keca-matan Bambang Lipuro Kabupaten Daerah Tingkat II Bantul, bertujuan mengetahui permasalahan pemanfaatan sumber pelayanan kredit pedesaan. Perumusan masalah dilakukan dengan mengenali karakteristik wilayah, pelayanan kredit padesaan, dan menganalisa hubungan kelompok sosial ekonomi rumah tangga yang memanfaatkan sumber-sumber pelayanan kredit pedesaan baik formal maupun informal dengan variabel-variabel luas pemilikan lahan, pendapa-tan, jarak tempuh, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan penggunaan pinjaman kredit. Pentingnya penelitian ini dilakukan adalah untuk memberikan masukan dalam perencanaan pembangunan wilayah yang menitikberatkan pada pola perencanaan dari bawah atau "bottom-up planning", yang pada proses awal pelak-sanaannya berorientasi pada mengenali permasalahan yang ada pada suatu wilayah atau "problem-oriented". Penelitian dilakukan dengan metode survai, dengan "sampling-area" pada lima dusun yang ada di Desa Sido-mulyo. Unit analisa yang digunakan adalah 68 kepala rumah tangga yang melakukan kegiatan perkreditan dari 100 rumah tangga responden yang dijadikan sampel peneli-tian. Untuk pembahasan serta uji hipotesa dilakukan dengan analisa tabel frekuensi dan tabel silang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga di Desa Sidomulyo umumnya lebih membutuhkan pinjaman kredit untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Hal ini terli-hat dari 53 % responden yang menjadi unit analisa, menggunakan pinjaman kreditnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Ada kecenderungan untuk lebih memanfaatkan pelayanan kredit formal sebagai sumber mendapatkan pinjaman kredit pada kelompok rumah tangga atau petani yang memiliki lahan, pendapatan per kapita di atas 240 kg setara beras, dekat dengan sumber pelayanan kredit formal, berpendidikan sekolah dasar ke atas, atau punyai kesempatan bekerja di luar sektor pertanian.

-

Kata Kunci : Kredit di pedesaan,Bambanglipuro,Bantul,DIY

  1. S1-1990-2401-Dodhy_Achdiyat-abstract.PDF  
  2. S1-1990-2401-Dodhy_Achdiyat-bibliography.PDF  
  3. S1-1990-2401-Dodhy_Achdiyat-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1990-2401-Dodhy_Achdiyat-title.PDF