Inovasi Akar Rumput dalam Program Zero Waste di Jalur Pendakian Selo Kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu
Dian Saraswati Kusrini, Dr.Dra Ambar Teguh Sulistiyani, M.Si
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Permasalahan sampah wisata di
kawasan konservasi menjadi isu krusial yang berdampak terhadap kelestarian
ekosistem dan kualitas destinasi wisata. Jalur pendakian Selo di Taman Nasional
Gunung Merbabu merupakan salah satu jalur yang mengalami peningkatan jumlah
pendaki setiap tahun, sehingga berimplikasi pada meningkatnya volume sampah.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan inovasi akar rumput dalam
Program Zero Waste di Jalur Pendakian Selo serta mengidentifikasi
variabel-variabel yang memengaruhi keberhasilannya. Pendekatan yang digunakan
adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara
mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi terhadap komunitas Ranger
Merbabu, pihak Balai Taman Nasional, masyarakat sekitar, dan para pendaki.
Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Program Zero Waste yang diinisiasi oleh komunitas Ranger Merbabu
bersama Balai Taman Nasional Gunung Merbabu merupakan bentuk inovasi akar
rumput berbasis partisipasi masyarakat. Inovasi ini berorientasi pada prinsip
3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui berbagai kegiatan seperti sistem
pendataan barang bawaan pendaki, denda atas sampah tertinggal, aksi bersih
jalur, dan penerapan sistem pack-in pack-out. Tiga dimensi utama dalam
inovasi ini yaitu scaling up, sustainability, dan success menunjukkan
bahwa Program Zero Waste tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan para
pendaki, tetapi juga menciptakan dampak sosial-ekonomi positif bagi masyarakat
lokal. Variabel-variabel yang memengaruhi keberhasilan inovasi mencakup aspek
teknologi, sosial, ekonomi, dukungan pemangku kepentingan, kondisi geografis,
serta partisipasi komunitas yang kuat.
Kesimpulan penelitian menegaskan
bahwa inovasi akar rumput melalui Program Zero Waste di Jalur Pendakian
Selo menjadi model pengelolaan sampah berbasis komunitas yang efektif dan
berkelanjutan di kawasan konservasi. Program ini berpotensi direplikasi di Kawasan
wisata alam lain dengan dukungan kelembagaan dan penguatan kolaborasi lintas
aktor.
The issue of waste management in
conservation tourism areas has become a critical environmental concern
affecting both ecosystem sustainability and destination quality. The Selo
hiking trail in Mount Merbabu National Park is among the most popular routes, experiencing
a continuous increase in visitors and consequently a surge in waste generation.
This study aims to describe grassroots innovation in the Zero Waste Program
implemented along the Selo hiking trail and to identify the variables
influencing its success. A descriptive qualitative approach was employed, with
data collected through in-depth interviews, field observations, and document
analysis involving the Ranger Merbabu community, the National Park Authority,
local residents, and hikers.
The findings reveal that the Zero
Waste Program, initiated by the Ranger Merbabu community in collaboration with
the Mount Merbabu National Park Authority, represents a grassroots innovation
driven by community participation. Rooted in the principles of the 3Rs (Reduce,
Reuse, Recycle), the program encompasses several initiatives such as the
registration of hikers’ equipment, penalties for leaving waste behind, regular
clean-up activities, and the pack-in pack-out system. The three dimensions of
grassroots innovation scaling up, sustainability, and success demonstrate that
the program not only raises environmental awareness among hikers but also
creates positive socio-economic impacts on the surrounding community. The key
variabels influencing innovation include technological, social, and economic
aspects, stakeholder support, geographical conditions, and strong community participation.
In conclusion, the grassroots
innovation of the Zero Waste Program on the Selo hiking trail serves as an
effective and sustainable community-based waste management model within conservation
areas. This initiative offers a replicable framework for other nature-based
tourism sites, provided that institutional support and multi-stakeholder
collaboration are strengthened.
Kata Kunci : Inovasi Akar Rumput,Zero Waste,Jalur Pendakian Selo