Integrasi data digital landsat TM dan sistem informasi geografi untuk evaluasi kesesuaian lahan habitat satwa banteng (Bos Javanicus d'Alton) di taman nasional Baluran Jawa Timur
Dedi Sudarmaji, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Ir. Soewarno Hasan Bahri, M.S.
2001 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian yang telah dilaksanakan ini merupakan aplikasi dari studi penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan data penginderaan jauh untuk memperoleh data karakteristik lahan yang diperlukan untuk evaluasi kesesuaian lahan habitat satwa banteng (Bos javanicus d'alton) dan memetakan agihan habitat satwa banteng berdasarkan integrasi data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografi melalui evaluasi kesesuaian lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Taman Nasional Baluran yang merupakan salah satu habitat banteng yang masih tersisa di Pulau Jawa. Penelitian ini memanfaatkan data digital citra Landsat TM tahun 1996 sebagai sumber data utama. Citra Landsat IM merupakan sumber data yang digunakan untuk mengekstrak informasi karakteristik lahan yaitu penutup/penggunaan lahan dan informasi bentuklahan serta informasi lainnya. Selain informasi karakteristik lahan yang diperoleh dari data citra Landsat TM terdapat karakteristik lahan yang diperoleh dari sumber lain yaitu kemiringan lereng, jenis tanah, jarak dari sumber air dan jarak dari garis pantai. Kerja lapangan digunakan untuk mencocokkan hasil interpretasi serta menambah informasi yang tidak diperoleh dari citra. Hasil penelitian ini diperoleh peta hasil antara yaitu peta penutup/penggunaan lahan, peta bentuklahan, peta kemiringan lereng, peta jenis tanah, peta kelas jarak dari sumber air dan peta kelas jarak dari garis pantai. Peta akhir terdiri dari satu buah peta kesesuaian lahan untuk habitat banteng. Tingkat ketelitian yang diperoleh dari hasil pengolahan digital citra Landsat TM adalah 85,71% untuk interpretasi penutup lahan dan 88,57% untuk interpretasi bentuklahan. Hasil uji ketelitian tersebut membuktikan bahwa data citra satelit Landsat TM dapat dipergunakan untuk mengekstrak informasi karakteristik lahan yang dipergunakan dalam evaluasi kesesuaian lahan untuk habitat banteng. Evaluasi kesesuaian lahan dilakukan dengan metode skoring yaitu dengan memberikan nilai skor pada tiap parameter penentu habitat, banteng. Metode penjumlahan digunakan untuk evaluasi tingkat kesesuaian lahan masing-masing satuan Jahan. Kawasan Taman Nasional Baluran terbagi menjadi beberapa kelas kesesuaian Lahan yaitu Kelas kesesuaian N 1 (Tidak sesuai pada saat ini) mempunyai luas sebesar 9,098,19 hektar atau 34.6% dari keseluruhan kawasan, kelas kesesuaian lahan N 2 (Tidak Sesuai Pezmanen) mempunyai luas sebesar 4.349,54 hektar atau 16.5 dari seluruh kawasan, dan kelas kesesuaian lahan S1 (Sangat Sesuai) mempunyai luas sebesar 299,65 hektar atau sebesar 1.13 8 dari seluruh kawasan, Kelas kesesuaian S 2 (Cukup Sesuai mempunyai luas sebesar 3.093,03 atau sebesar 11.7 dari seluruh kawasan, dan kelas kesesuaian lahan S 3 (Sesuai Marginal) mempunyai luas sebesar 9.428,57 atau sebesar 35.8 dari seluruh kawasan. Luas lahan kelas S1 (Sangat Sesuai) untuk habitat satwa banteng lebih sedikit dibandingkan dengan kelas kesesuaian lainnya.
-
Kata Kunci : Jawa Timur,Banyu Putih,Situbondo,Integrasi data digital, Sistem informasi geografi,Citra landsat digital TM,kesesuaian lahan, Habitat satwa