Laporkan Masalah

Pengaruh proyek pengembangan budidaya bawang putih terhadap pendapatan petani peserta kredit bawang putih di empat desa di kabupaten Dati II Bantul

Dambung Lamuara Djaja, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

1991 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Proyek Pengembangan Budidaya Bawang Putih (PPBBP) adalah proyek kerjasama antara Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Bantul dengan PT. Mercu Buana Jakarta. Proyek ini bertujuan meningkatkan produktivitas per satuan luas lahan, yang dimiliki oleh petani. Keberadaan PPBBP didasarkan pada keberhasilan budidaya bawang putih varitas dataran rendah (Lumbu Putih), yang telah diusahakan secara swadaya oleh petani di beberapa wilayah di kabupaten Bantul. PPBBP dimulai pada tahun 1988 secara serentak di seluruh kecamatan di kabupaten Bantul (17 kecamatan). Penelitian ini bertujuan: 1). Mengkaji pengaruh pelaksanaan PPBBP terhadap pendapatan petani peserta kredit (peserta proyek); 2) mengkaji tanggapan petani peserta kredit bawang putih atas hasil yang diperoleh dari budidaya yang dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, wilayah penelitian terdiri dari empat desa di empat kecamatan, yaitu Triwidadi (Kecamatan Pajangan), Pendowoharjo (Kecamatan Sewon), Srimulyo (Kecamatan Piyungan), dan Tirtosari (Kecamatan Kretek). Keempat daerah penelitian tersebut mewakili empat tipologi wilayah berdasarkan persentase lahan pertanian teririgasi dan persentase penduduk yang bekerja di sektor pertanian. Masing-masing wilayah diambil responden sebanyak 15 orang, dengan cara acak berimbang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan tabel frekuensi, tabel silang, uji jenjang, dan analisa varian. Hasil penelitian pada Musim Tanam 1988 dan Musim Tanam Pihak 1989, mengungkapkan terjadinya kegagalan budidaya. proyek secara kesuluruhan rugi sebesar Rp. 1,4 milyar, pihak petani menanggung hutang pada proyek. Jumlah petani peserta kredit yang menunggak sama sekali, meningkat dari 4,2 persen (MT'88) menjadi 70,3 persen (MT/89). Kegagalan budidaya yang diderita oleh petani peserta kredit, tidak hanya disebabkan oleh faktor cuaca buruk dan serangan hama penyakit, tetapi juga disebabkan oleh penyimpangan penyaluran paket kredit dari proyek, seperti kualitas bibit yang tidak memenuhi syarat dan penanggulangan serangan hama penyakit yang bersifat coba-coba. Perbedaan tipologi wilayah terbukti cukup meyakinkan mempengaruhi hasil budidaya bawang putih di keempat daerah penelitian, tetapi hal tersebut tidaklah mutlak. Apabila faktor ketidakpastian (uncertainty) seperti datangnya musim penghujan terlalu awal atau serangan hama yang hebat, maka perbedaan tipologi wilayah tidak banyak berpengaruh terhadap hasil produksi yang diperoleh. Kelangsungsertaan peserta kredit dalam PPBBP disebabkan oleh 2 motivasi utama, yaitu motivasi kelangsungsertaan karena latar belakang pekerjaan (sebagai pamong desa) dan motivasi kelangsungsertaan karena alasan ekonomis (karena ada peluang berhasil).

-

Kata Kunci : Budidaya Bawang Putih,Pendapatan Petani,Bantul,DIY

  1. S1-1991-2671-Dambung_Lamuara_Djaja-abstract.PDF  
  2. S1-1991-2671-Dambung_Lamuara_Djaja-bibliography.PDF  
  3. S1-1991-2671-Dambung_Lamuara_Djaja-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1991-2671-Dambung_Lamuara_Djaja-title.PDF