RELIGIUS DAN RELIGIUSITAS LAYAR KACA: Studi Resepsi Islam Jawa Terhadap Program Siaran Penguatan Identitas Keislaman di Televisi
Arief Hidayat, Prof. Dr. Lasiyo, M.A., M.M., Prof. Dr. Sugeng Bayu Wahyono, M.Si.
2026 | Disertasi | S3 Kajian Budaya dan Media
Kontestasi antara Islam Puritan dan Islam Jawa termanifestasi dalam beragam ranah kehidupan sosial, budaya, dan media. Pola dikotomis seperti putihan–abangan, modern–tradisional, dan islamis–nasionalis menjadi arena simbolik bagi perebutan otoritas keagamaan dan makna religiusitas. Dalam konteks media, dominasi wacana Islam Puritan tampil melalui program-program religi televisi yang berupaya menanamkan ideologi keislaman yang seragam. Disertasi ini menelaah bagaimana masyarakat Islam Jawa di Kalurahan Wukirsari, Imogiri, Bantul, meresepsi dua program televisi religius, yakni Damai Indonesiaku (TVOne) dan Siraman Qolbu (MNCTV), dalam konteks pergeseran makna religiusitas dan identitas budaya.
Penelitian ini menggunakan teori encoding–decoding Stuart Hall dengan pendekatan fenomenologi kritis Lisa Guenther. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam terhadap masyarakat Wukirsari yang mengonsumsi tayangan religi, serta dilengkapi dengan data sekunder dari dokumen, buku, dan artikel akademik. Analisis dilakukan secara simultan untuk menyingkap dinamika resepsi, strategi makna, dan proses negosiasi simbolik antara tayangan wacana televisi dan horizon kultural Islam Jawa.
Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, tayangan religi tidak berfungsi sebagai sarana internalisasi nilai-nilai Islam Puritan, melainkan diresepsi secara rekreatif dan dikontekstualisasikan melalui praktik storytelling, pelestarian Islam Jawa bercorak abangan, dan politik budaya berbasis kearifan lokal seperti Kelurahan Budaya dan Kelurahan Wisata. Kedua, pada tataran produksi, dominasi wacana dan estetika keagamaan ditentukan oleh penceramah dan tim kreatif televisi yang membangun relasi kuasa dengan audiens melalui kontrol tema, bahasa, dan visualitas religius. Ketiga, resepsi polisemik masyarakat dipengaruhi oleh otoritas tokoh lokal, basis pengetahuan Islam sinkretik, serta orientasi budaya yang menolak puritanisme.
Secara teoretis, disertasi ini mengajukan konsep subject beyond,yakni audiens yang melampaui kategorisasi decoding Hall (hegemonik, negosiasi, oposisi) dengan melakukan transcoding kreatif yang menciptakan makna alternatif sesuai horizon Islam Jawa. Temuan ini memperlihatkan bahwa resepsi tayangan religi tidak semata mencerminkan relasi dominasi media terhadap audiens, melainkan juga membuka ruang agensi kultural masyarakat lokal dalam mendefinisikan ulang religiusitasnya di tengah arus dakwah modern.
Kata Kunci : Resepsi, Islam Jawa, Negosiasi–Resistensi, Tayangan Religi, Televisi, Wukirsari/ Reception, Javanese Islam, Negotiation–Resistance, Religious Television, Media, Wukirsari.