Aplikasi penginderaan jauh untuk zonasi daerah bahaya lahar dingin gunungapi Semeru bagian Tenggara
Danang Wintoro Jati, Prof. Dr. Sutanto
1987 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini dilakukan di Gunungapi Semeru bagian tenggara yang termasuk wilayah Kabupaten Lumajang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan data dari interpretasi foto udara daerah penelitian, yang diwujudkan dalam bentuk peta daerah bahaya lahar dingin, setelah terlebih dahulu dianalisa. dan Penentuan daerah bahaya lahar dingin saat ini dan men-datang dilakukan dengan pendekatan bentuklahan, kerapatan vegetasi, dan morfologi alur aliran lahar. Dalam pengkajian obyek dari foto udara digunakan metode "Logical Search" yai-tu hanya obyek yang berhubungan dan diperlukan saja yang akan dikaji. Dengan demikian interpretasi foto udara lebih diuta-makan untuk mengamati bentuklahan, kerapatan vegetasi, morfologi alur aliran lahar. Ketiga faktor ini sangat menen-tukan terjadi dan tidaknya suatu banjir lahar dingin, karena pada ketiga kenampakan tersebut dalam kondisi tertentu menye-babkan terjadinya banjir dan penyelewengan aliran lahar di-ngin. Uji lapangan dilakukan untuk menguji kebenaran perhitu-ngan dan hasil interpretasi foto udara, seperti perhitungan tinggi tebing, kerapatan vegetasi, persebaran material volka-nik, dan bentuklahan. Berdasarkan hasil pembahasan dan evaluasi hasil peneli-tian, daerah penelitian dikelompokkan menjadi tiga kelas dae-rah bahaya lahar dingin yaitu: 1) daerah dengan kemungkinan tinggi, 2) daerah dengan kemungkinan sedang, dan 3) daerah dengan kemungkinan rendah.
-
Kata Kunci : Penginderaan jauh,Bahaya lahar dingin,Gunung Semeru,Lumajang,Jawa Timur