Laporkan Masalah

Kesenjangan pertumbuhan antar wilayah dikabupaten Banyumas

Endah Puspita Sari, Drs. Sujali, M.S.; Drs. R. Rijanta, M.Sc.

2001 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Penelitian berjudul Kesenjangan Pertumbuhan Antar Wilayah Di Kabupaten Banyumas ini dilatarbelakangi oleh adanya stagnasi wilayah-wilayah di luar kecamatan sebagai pusat Satuan Wilayah Pengembangan (SWP). Hal ini menimbulkan kesenjangan pertumbuhan antar wilayah kecamatan. Kesenjangan antar wilayah ini diekspresikan dalam perbedaan tingkat pertumbuhan wilayahnya. Tujuan penelitian ini ada 3 yaitu untuk mengetahui kesenjangan pertumbuhan antar wilayah di Kabupaten Banyumas dan mengenali pola keruangannya, mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan pertumbuhan antar wilayah, dan mengevaluasi konsistensi SWP sebagai acuan ruang dalam pelaksanaan pembangunan dibandingkan dengan rencana-rencana tahunan yang dilaksanakan. Penelitian ini menggunakan data sekunder. Analisis faktor dan kluster digunakan untuk menggambarkan variasi tingkat pertumbuhan wilayah. Indek Williamson untuk menunjukkan nilai dari kesenjangan yang terjadi. Signifikansi hubungan variabel pengaruh dengan tingkat pertumbuhan wilayah diuji dengan korelasi product moment. Kedudukan Kabupaten Banyumas dalam konstelasi Propinsi Jawa Tengah dilihat dari LQ per sektor. Investasi sektor dan alokasinya dilihat dalam beberapa tabel. Hasil penelitian adalah (1) Kesenjangan pertumbuhan antar wilayah terlihat pada tingkat pertumbuhan wilayah, dimana kecamatan-kecamatan sebagai pusat SWP mempunyai pertumbuhan wilayah tinggi, sedangkan kecamatan-kecamatan lain sebagian besar mempunyai tingkat pertumbuhan wilayah rendah, (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan pertumbuhan antar wilayah adalah rasio jumlah tenaga kerja di sektor pertanian terhadap penduduk dan rasio jumlah fasilitas pendidikan terhadap penduduk, (3) Ada ketidakkonsistenan antara kebijakan spasial dalam SWP yang tertuang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dengan rencana-rencana tahunan yang dilaksanakan.

This research titled "The Interregional Development Inequality in Banyumas District has background of the presence of regional development stagnation outside sub districts as Satuan Wilayah Pengembangan (SWP) center. It results inequality among sub districts. The interregional inequality is expressed in difference of regional development level. The objective of the research are 3 fold; ie (1) to understand the development inequality among sub districts and to know spatial pattern, (2) to understand factors affecting of interregional development inequality, and (3) evaluate the consistency of SWP as space reference in implementing development than annual conducted plans. This research used secondary data. Factor and cluster analysis was used for describing variation of regional development level. Williamson Index was used for showing the resulting inequality in Banyumas District. Sifnificance of relationship between independent variable with regional development level was tested by product moment correlation. The position of Banyumas District in constellation of Central Java Province was seen from LQ/sector. The sector investment and its allocation were analyzed by cross tabulation analysis. The results of research are: (1) the interregional development inequality was seen from regional development level, where sub districts as SWP center have high regional development level, while most of others do low, (2) Factors affecting interregional development inequality were labor ratio of agricultural sector, and educational facilities ratio, and (3) the presence of inconsistency between regional development direction in Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) and activity allocation to annual performance.

Kata Kunci : Pusat pertumbuhan wilayah,Banyumas,Jawa Tengah,Kesenjangan

  1. S1-2001-101171-Endah_Puspita_Sari-abstract.PDF  
  2. S1-2001-101171-Endah_Puspita_Sari-bibliography.PDF  
  3. S1-2001-101171-Endah_Puspita_Sari-tableofcontent.PDF  
  4. S1-2001-101171-Endah_Puspita_Sari-title.PDF