Laporkan Masalah

DINASTI POLITIK DALAM PRAKTIK DEMOKRASI DITINJAU DARI PERSPEKTIF TEORI REKOGNISI AXEL HONNETH

Puji Sri Rahayu, Dr. Lailiy Muthmainnah ; Dr. Hastanti Widy Nugroho

2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan dinasti politik yang dapat tumbuh subur di negara demokrasi. Hal ini mengakibatkan masyarakat tidak dapat mengakses politik formal dengan setara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hakikat dinasti politik dan implikasinya terhadap praktik demokrasi dan menjelaskan dinasti politik yang dianalisis menggunakan perspektif rekognisi Axel Honneth.

Penelitian ini merupakan studi kepustakaan yang menggunakan deskriptif kualitatif dengan model permasalahan aktual. Tahapan penelitian meliputi persiapan penelitian, pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, dan penyusunan laporan. Analisis penelitian ini menggunakan metode hermeneutika filosofis dengan unsur metodis deskripsi, interpretasi, induksi-deduksi, koherensi intern, heuristika, dan refleksi kritis.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, fenomena dinasti politik menjadi sebuah patologi dalam negara demokrasi karena menutup akses politik bagi warga negara yang tidak memiliki hubungan genealogis dengan elit kekuasaan. Dinasti politik menjadi sebuah praktik yang mendistorsikan demokrasi karena menjadikan prinsip persamaan hak dan keterbukaan hanya sebatas formalitas tanpa substansi yang nyata. Kedua, problem dinasti politik ketika dianalisis menggunakan teori rekognisi Axel Honneth menunjukkan bahwa warga negara mendapat penghinaan dalam haknya sebagai partisipator politik. Bentuk disrespect dinasti politik ditandai adanya pengingkaran penyangkalan hak legal dan penolakan cara hidup. Hal ini yang menciptakan munculnya perjuangan memperoleh pengakuan. Axel Honneth menunjukkan perjuangan mendapatkan pengakuan melalui bentuk-bentuk pengakuan di antaranya melalui cinta, hak, dan solidaritas sehingga terwujudnya institusi yang memungkinkan individu berpartisipasi secara bermartabat.

Kata kunci: Dinasti Politik, Teori Pengakuan, Disrespect, Kesetaraan

This research was motivated by the problem of political dynasties in democratic states. This results in citizens from accessing formal politics equally. This study aims to examine political dynasties through Axel Honneth's recognition theory.

This research is a literature study with qualitative descriptive with an actual problem model. The data collection stage proceeding through preparation, data collection, classification, analysis, and report writing. The analysis of this research used a philosophical hermeneutic method with the element of description, interpretation, induction-deduction, internal coherence, heuristics, and critical reflection.

The result of this research are first, the phenomenon of political dynasties constitutes a pathology within a democratic state by restricting political access for citizens who lack genealogical ties to ruling elites. Political dynasties distort democracy by reducing the principles of equal rights and openness to mere formalities without substantive meaning. Second, when analyzed through Axel Honneth's theory of recognition, the problem of political dynasties reveals that citizens experience disrespect regarding their rights as political participants. Disrespect in political dynasties includes denying legal rights and certain ways of life, prompting struggles for recognition. Axel Honneth demonstrates that the pursuit of recognition can be realized through three forms of recognition: love, rights, and solidarity so as to establish institutions that enable individuals to participate in society with dignity.

Keywords: Political Dynasty, Recognition Theory, Disrespect, Equality

Kata Kunci : Dinasti Politik, Teori Pengakuan, Disrespect, Kesetaraan

  1. S1-2025-473923-abstract.pdf  
  2. S1-2025-473923-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-473923-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-473923-title.pdf