Laporkan Masalah

Penggunaan knowledge-based technique dalam pengolahan citra landsat thematic mapper multiwaktu untuk pemantauan konversi lahan sawah Kasus di Kecamatan Sayung dan Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak Tahun 1991-1994

Pepi Kesuma, Prof. Dr. Sutanto; Drs. Projo Danoedoro, M.Sc.

1996 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tujuan penelitian ini adalah memantau konversi bahan sawah yang terjadi di Kecamatan Sayung dan Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak berdasarkan hasil penataan bentuk penggunaan lahan, dengan dengan memanfaatkan citra Landsat Thematic Mapper (TM) yang direkam pada bulan Juni 1991 dan Juli 1994 Mengingat inhwa klasifikasi multispektral citra Landsat TM hanya numberikan informasi patutup ladan, maka harus dicari metode dengan pendekatan yang tepat agar dapat diperoleh informasi bentuk penggunaan lahan. Dengan demikian, berdasarkan citra Lantat TM multiwaktu, konversi laban sawah dapat dipantan Untuk itu dikembangkan metode pemetaan bentuk penggunan lahan dengan pendekatan ekologir bontanglahan yang berlatar belakang anowledge-based technique yang secara sederhana prosedurnya dapat dibagi dalam tiga tahap, yaitu (1) klasifikasi maltispektral untuk pemetaan penutup lahan, (2) analisis bentanglahan untuk pemetaan bentuk penggunaan lahan yang dikaitkan dengan unit-unit bintanglahan, dan das (3) menggabungkan pita penstup lahan dan peta bentanglahan untuk menyusun peta bertuk penggunaan lahan Klasifikasi multispektral dilakukan dengan menggunakan saluran 2 (hijau), 3 (murah), 4 (inftanncal? dekat), dan 5 (afranerah tengah) yang telah dikoreksi secara radiometrik dan goometrik. Berdasarkan sampel yang diambil, citra umpat saluran dikelaskan dengan algoritma kemiripan maksimum, dan hasilnya berupa peta penutup lahan. Analisis bentanglahan dilakukan berdasarkan interpretasi bentuklahan daerah panelitian secara visual Dari observasi lapangan dan kerja an dan kerja lagangan didapatkan informasi bentuk penggunaan lab utama yang ada di daerah penelitian dan hubungan ekologis antara bentuk penggunaan lahan dan bentuklahan. Hubungan okulogis tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam mustu aturan yang mengpaakan ekspremi legis bouleon. Dengan dasar atscan tersebut dibunt tabel dua dimensi yang menunjukkan hubungan ekologia antara kelas-kolas penutup lahan, bentuk penggunaan lahan dan bentuklahan. Pemetaan bentuk penggunaan lahan dapat dikerjakan dengan formula yang mengkatkan tabel dus dimeni, peta penutup lahan dan peta bentuklahan, dengan bantuan fasilitas Sistem baformasi Geografis (SIG) berbasis inster Konversi lahan sawah yang terjadi di daerah penelitian dapat diketahui dengan cata tumpangsuun peta bentuk penggunaan lahan dari citra Landat TM yang direkam pada tahun 1991 dan 1994 Hasil yang diperoleh dalam pemalitian ini adalah berupa peta bentuk penggunaan lahan tahun 1991 dengan tingkat katelitian pemetaan berkisar antara 83,87% hingga 100% dan tingkat ketelitian interpretasi 96,08%; dan peta bentuk penggunaan lahan tahun 1994 dengan tingkat ketalitian pemetaan berkisar antara 95,90% hingga 100% dan katelitian interpretasi 90,24% Kecuali itu juga diperoleh peta konversi lahan sawah tahun 1991-1994, daugan rincian konversi lahan tawah yang terjadi di Kecamatan Sayung dari hentak penggunaan lahan sawah irigani manjadi bentuk penggunaan lahan permukiman desa dan pekarangan seluas 737,91 ha, dari bentuk penggunaan lahan sawah irigasi menjadi bentuk penggunaan lahan permukiman kota dan bangunan launyn seluas 91,53 ha. Di Kecamatan Mranggen konversi dari penggunaan lahan wwah irigasi namjadi permukiman desa da pekarangan seluas 1202,4 ha; dari penggunaan lahan tawah irigasi menjadi permukiman kota dan bangutan lainnya seluas 47,52 ha, dan dari sawah tadah hujan menjadi permukiman desa dan pokacangan seluas 52,11 ha. Secara keseluruhan, dari kedua peta bentuk penggunaan laisan tersebut diperoleh peta persebaran konversi lahan sawah yang terjadi dan data mengenai luas lahan sawah yang mengalami konversi di daerah penelitian dari tahun 1991 sampai dengan tahun 1994 di daerah panelitian mencapai 2131,21 ha atau serata per tahun 710,40 ha.

-

Kata Kunci : Citra landsat thematic mapper,konversi lahan sawah,Sayung,Mranggen,Demak,Jawa Tengah

  1. S1-1996-65855-Dewi_Kesuma-abstract.pdf  
  2. S1-1996-65855-Dewi_Kesuma-bibliography.pdf  
  3. S1-1996-65855-Dewi_Kesuma-tableofcontent.pdf  
  4. S1-1996-65855-Dewi_Kesuma-title.pdf