Laporkan Masalah

Studi pemekaran permukiman kota administratif Purwokerto tahun 1983-1989 (Suatu tinjauan Kartografis)

Didik Dwi Budi Utomo, Drs. Mas Sukoco, M.Sc.; Drs. Sukwardjono, M.S.

1992 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Pemekaran permukiman yang tidak terkendali baik da-lam jumlah maupun arahnya, akan mempengaruhi keseimbangan lingkungan khususnya di daerah perkotaan karena dapat ngurangi keindahan kota dan dampak lain yang kurang baik. me- Penelitian yang telah dilaksanakan di Kotatif Purwo-kerto dengan judul: Studi Pemekaran Permukiman Kota Admin-istratif Purwokerto Tahun 1983-1989 (Suatu Tinjauan Karto-grafis) bertujuan pertama, mengetahui luas, persebaran dan arah pemekaran permukiman secara horisontal. Kedua mengetahui keeratan hubungan antara variabel pemekaran permukiman dengan variabel yang diduga mempengaruhinya, yaitu : pertambahan jumlah penduduk, kepadatan penduduk, harga tanah dan persentase luas lahan pertanian terhadap luas wilayah. Untuk mencapai tujuan tersebut, pertama-tama dilaku-kan penyesuaian data utama bagi peta luas pemekaran permu-kiman berupa peta penggunaan lahan tahun 1983 dan tahun 1989. Hal ini dikarenakan kedua data tersebut berbeda klasifikani maupun simbolnya. Peta luss pemekaran permuki-man ini dianalisis dengan dua cara yaitu: analisis kuali-tatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif dila-kukan untuk mengetahui arah pemekaran permukiman dengan cara overlai peta luas pemekaran permukiman dengan peta rata-rata kemiringan lahan, peta rata-rata ketinggian tempat, peta pertambahan jumlah penduduk, peta kepadatan penduduk, pota rata-rata harga tanah dan peta persentase luas lahan pertanian terhadap luas wilayah. Sedangkan analisis kuantitatif dilakukan untuk mengetahui apakah pemekaran permukiman di wilayah Kotatif Purwokerto dipen-garuhi oleh faktor pertambahan jumlah penduduk, kepada-tan penduduk, harga tanah dan persentas? luas lahan perta-nian terhadap luas wilayah. ke Hasil penelitian menemukan bahwa pemekaran permukim-an di daerah penelitian terbesar di Kelurahan Teluk dan Pasirmuncang. Arah pemekaran permukiman cenderung tempat yang mempunyai kemiringan lahan dan ketinggian tempat rendah. Untuk tempat-tempat yang berlawanan dengan keadaan di atas (seperti di wilayah Purwokerto bagian utara dan selatan) disebabkan dua hal yaitu: pertama, adanya faktor penarik berupa perguruan tinggi (Universitas Soedirman, Universitas Wijaya Kusuma dan IKIP Muhammadi-yah) dan fasilitas transportasi berupa terminal bus antar kota. Kedua, adanya kebijakan pemerintah daerah setempat. Faktor harga tanah mempengaruhi pemekaran permukiman di Kotatif Purwokerto. Wilayah dengan harga tanah yang rendah terjadi pemekaran permukiman yang lebih luas di-banding wilayah yang mempunyai harga tanah tinggi. Persen-tase luas lahan pertanian terhadap luas wilayah yang besar tidak selalu diikuti oleh pemekaran permukiman yang besar pula. Meskipun demikian, masih terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut.

-

Kata Kunci : Pemekaran Permukiman,KOta administratif,Purwokerto,Jawa Tengah

  1. S1-1992-2794-Didik_Dwi_Budi_Utomo-abstract.PDF  
  2. S1-1992-2794-Didik_Dwi_Budi_Utomo-bibliography.PDF  
  3. S1-1992-2794-Didik_Dwi_Budi_Utomo-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1992-2794-Didik_Dwi_Budi_Utomo-title.PDF