Laporkan Masalah

Aspek pengelolaan proses reproduksi peta rupabumi Sumatera skala 1 : 250.000

Didik Mardiyanto, Drs. Mas Sukoco, M.Sc.

1988 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Peta rupabumi mempunyai pengertian yang san sama dengan pengertian dari peta topografi. Istilah peta rupabumi diguna-kan oleh BAKOSURTANAL dengan tujuan operasionalnya dipakai oleh kalangan sipil ataupun dunia pendidikan, sedangkan untuk peta topografi, tujuan operasionalnya dipakai khusus oleh kalangan militer. Penelitian ini bertujuan untuk dapat mengetahui alokasi biaya di dalam suatu proses reproduksi peta rupabumi Sumatera skala 1:250.000. Dalam hal ini, untuk mencapai tujuan di atas didapatkan melalui perhitungan biaya reproduksinya per unit peta. Per unit peta maksudnya adalah satu lembar peta yang sesuai dengan penggolongannya, dimana penggolongan tersebut terdiri dari golongan peta padat, peta setengah padat dan pe-ta tidak padat. Kegiatan proses reproduksi terdiri dari perencanaan reproduksi dan pelaksanaan reproduksi. Perencanaan reproduksi dimulai dengan pembuatan spesifikasi peta hingga perencanaan biaya reproduksi, sedangkan pada pelaksanaan reproduksi yang dimulai dari manuskrip hingga pekerjaan cetak coba dengan ca-ra cetak offset flat bed. Pelaksanaan reproduksi menghasilkan peta rupabumi Sumatera skala 1:250.000 untuk masing-masing nomer lembar/sheet peta sebanyak kurang lebih lima puluh lem-bar peta. Hasil utama dari penelitian ini adalah sejumlah alokasi biaya dalam bentuk prosentase bagi setiap jenis faktor per-hitungan, yaitu biaya tenaga, material/bahan dan peralatan. Adapun perhitungannya berdasarkan dari diagram alir yang dibuat oleh penulis (yang selanjutnya disebut dengan dia-gram alir penyempurnaan). Diagram alir penyempurnaan ini adalah sebuah hasil modifikasi dari dua macam diagram alir, yaitu diagram alir yang dibuat oleh BAKOSURTANAL (yang se-lanjutnya disebut dengan diagram alir BAKOSURTANAL) dan dia-gram alir yang dibuat oleh Adi Rusmanto (yang selanjutnya disebut dengan diagram alir Adi Rusmanto). Adanya diagram alir BAKOSURTANAL dan diagram alir Adi Rusmanto disebabkan oleh karena pada dasarnya pelaksanaan proses reproduksi harus mengikuti diagram alir BAKOSURTANAL, akan tetapi karena adanya pertimbangan menghemat biaya dari pihak Fakultas Geografi UGM, maka pelaksanaan proses reproduksi di Fakultas Geografi UGM mengikuti langkah diagram alir Adi Rusmanto. Pada kenyataan hasil yang diperoleh dengan menggunakan dia-gram alir Adi Rusmanto, ternyata masih perlu disempurnakan di beberapa bagian proses pekerjaan reproduksi, sehingga perlu ada suatu diagram alir baru yang bersifat menyempurnakan dan disebut diagram alir penyempurnaan. Di samping itu, selain digunakan untuk tujuan di atas, diagram alir penyempurnaan juga dipakai untuk dasar perhitungan biaya reproduksinya.

-

Kata Kunci : Peta rupa bumi,Reproduksi peta,Sumatera

  1. S1-1988-2358-Didik_Mardiyanto-abstract.PDF  
  2. S1-1988-2358-Didik_Mardiyanto-bibliography.PDF  
  3. S1-1988-2358-Didik_Mardiyanto-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1988-2358-Didik_Mardiyanto-title.PDF