Laporkan Masalah

Faktor-faktor sosial ekonomi dan demografi yang mempengaruhi tahap tanpa anak dan tahap melahirkan anak dalam siklus hidup wanita studi kasus istri Pegawai Negeri Golongan tigadi kalurahan Baciro

Dewi Irawati, Dra. Riningsih Saladi, M.A.

1984 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian ini dilakukan di Kalurahan Baciro, Ke-canatan Gondokusunan, bertujuan ingin mengetahui tahap-tahap dalam siklus hidup wanita terutama isteri pegawai negeri golongan III melalui pendekatan denografi khusus nya fertilitas. Tahap-tahap dalam siklus hidup tersebut dilihat menurut usia kavin pertana, besarnya keluarga paripurna, tingkat pendidikan formal isteri, kegiatan ekonomi dan kegiatan sosial. Pengambilan sampel daerah menggunakan metode san-pel bertujuan (purposive sampling) yaitu Kalurahan Boci-ro, yang mewakili daerah yang banyak pegawai negerinya. Di Kalurahan Baciro terdiri dari lima Rukun Kampung, di-pilih dua Hukan Kampung untuk pengambilan respondennya yaitu Rucun Kampung Baeiro Sanggrahan dan Gendeng. Peng-ambilan responden dilakukan secara sensus. Dalam peneli-tian ini respondennya adalah wanita dalam statua kawin berumur 2055 tahun, karena pada usur tersebut tahap tanpa anak dan tahap melahirkan anak dapat diketahui se-cara tepat. Informasi yang dikumpulkan adalah data pri-mer dan data sekunder, sedangkan analisanya digunakan analisa tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tahap tanpa anak di daerah penelition 17 bulan, sedang rata-rata tahap melahirkan 7,5 tahun dan besarnya keluarga paripurna 4. Semakin tinggi usia kawin pertana, maka se-makin panjang tahap tanpa anak, demikian juga semakin tinggi pendidikan formal isteri, semakin panjang tahap tanpa anak. Vanita yang bekerja, tahap tanpa anaknya le-bih panjang jika dibandingkan dengan yang tidak bekerja. Semakin panjang tahap tanpa anak, sesakin pendek tahap melahirkan, demikian pula semakin tinggi pendidikan for-mal istori, semakin pandek tahap melahirkan. Wanita yang bekerja tahap melahirkan lebih pendek jika dibandingkan dengan wanita yang tidak bekerja. Semakin banyak wanita mengikuti kegiatan sosial, semakin panjang tahap melo-hirkan. Semakin banyak jumlah anak paripurna yang dimi-liki wanita, semakin panjang tahap melahirkan. Hasil analion menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh negatif terhadap tahap melahirkan yaitu: ta-hap tanpa anak, pendidikan foraal isteri. Sedangkan usia kawin pertama dan pendidikan formal isteri berpengaruh positif terhadap tahap tanpa anak, serta kegiatan sosial dan besarnya keluarga paripurna berpengaruh positif juga terhadap tahap melahirkan. Berdasarkan pada hasil penelitian yang diperoleh, maka dalam rangka mencegah pertambahan penduduk yang pe sat khususnya dalam menurunkan fertilitas, dapat diguna-kan beberapa cara baru yang dapat dilakukan untuk mengn-tasi hal tersebut yaitu dengan penundaan kelahiran anak pertaan, peningkatan pendidikan.

-

Kata Kunci : Demografi,siklus hidup wanita,Kota Yogyakarta,DIY

  1. S1-1984-1920-Dewi_Irawati-abstract.PDF  
  2. S1-1984-1920-Dewi_Irawati-bibliography.PDF  
  3. S1-1984-1920-Dewi_Irawati-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1984-1920-Dewi_Irawati-title.PDF