Laporkan Masalah

Skema Jaminan Sosial Pekerja Informal: Studi Kasus Pedagang di Teras Malioboro 1, Daerah Istimewa Yogyakarta

Diva Angela Infinity, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si.

2025 | Skripsi | ILMU SOSIATRI

Pekerja informal, termasuk pedagang di Teras Malioboro 1, menghadapi kerentanan yang signifikan akibat kurangnya sistem perlindungan sosial yang memadai, berbeda dengan pekerja formal. Meskipun kontribusi mereka terhadap perekonomian lokal sangat besar, sebagaimana ditunjukkan oleh BPS (2023) bahwa sekitar 60% tenaga kerja Indonesia berada di sektor informal, namun hanya 25% pekerja informal yang terdaftar di BPJS, yang menyoroti kesenjangan perlindungan sistemik. Selain itu, relokasi pedagang ke Teras Malioboro 1 yang bertepatan dengan periode pemulihan pasca-COVID-19 telah menyebabkan penjualan yang tidak stabil dan penurunan omset bagi banyak pihak, menempatkan mereka dalam posisi yang rapuh di mana jaminan sosial yang efektif menjadi krusial.

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis skema jaminan sosial yang diandalkan oleh pedagang di Teras Malioboro 1, faktor-faktor yang memengaruhi pilihan skema tersebut, serta dampak pilihan tersebut terhadap resiliensi mereka. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dan teori resiliensi sosial. Informan dalam penelitian ini adalah pedagang di Teras Malioboro 1, pemimpin paguyuban pedagang, dan UPTD Balai Layanan Bisnis UMKM DIY. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan dikombinasikan dengan studi literatur.

Penelitian mengungkapkan bahwa pedagang di Teras Malioboro 1 memanfaatkan skema jaminan sosial tradisional maupun formal. Skema tradisional, seperti koperasi simpan pinjam dan iuran kas paguyuban, menjadi pilar utama yang mendukung resiliensi mereka melalui dana darurat dan solidaritas komunitas. Skema formal seperti BPJS Kesehatan non-PBI dan BPJS Kesehatan PBI juga berkontribusi dengan meringankan beban finansial terkait kesehatan, meskipun dampaknya terhadap operasi bisnis langsung sangat minim. Namun, penelitian menyimpulkan bahwa skema jaminan sosial saat ini tidak cukup untuk mendorong transformasi signifikan, sehingga diperlukan kebijakan yang lebih fleksibel dan intervensi terintegrasi untuk meningkatkan resiliensi jangka panjang pedagang.

Informal workers, including traders in Teras Malioboro 1, face significant vulnerability due to a lack of adequate social protection systems, unlike formal workers. Despite their substantial contribution to the local economy, as BPS (2023) indicates that approximately 60% of Indonesia's workforce is in the informal sector, yet only 25% of informal workers are registered with BPJS, highlighting a systemic protection gap. Furthermore, the relocation of traders to Teras Malioboro 1, coinciding with the post-COVID-19 recovery period, has led to unstable sales and decreased turnover for many, placing them in a precarious position where effective social security is crucial.

This study aims to identify the types of social security schemes relied upon by traders in Teras Malioboro 1, the factors influencing their choice of schemes, and the impact of these choices on their resilience. This study used rational choice theory and social resilience theory. The informants in this study were traders in Teras Malioboro 1, leaders of trader associations (paguyuban), and the UPTD Balai Layanan Bisnis UMKM DIY. The research was conducted using qualitative methods through in-depth interview, observation, and combined with literature studies. 

The study reveals that traders in Teras Malioboro 1 utilize both traditional and formal social security schemes. Traditional schemes, such as simpan pinjam (savings and loan) cooperatives and iuran kas paguyuban (association cash contributions), are primary pillars supporting their resilience through emergency funds and community solidarity. Formal schemes like BPJS Kesehatan non-PBI and BPJS Kesehatan PBI also contribute by alleviating health-related financial burdens, though their impact on direct business operations is minimal. However, the study concludes that current social security schemes are insufficient to drive significant transformation, underscoring the need for more flexible policies and integrated interventions to enhance traders's long-term resilience.

Kata Kunci : Kata kunci: pekerja informal, jaminan sosial, jaminan sosial tradisional, resiliensi, teori pilihan rasional, teori resiliensi sosial.

  1. S1-2025-478819-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478819-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478819-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478819-title.pdf