Pengungsian Komunitas Tionghoa di Jember, 1947
Adi Wildan Alamsyah, Dr. Yulianti, B.A., M.A.
2025 | Tesis | S2 Sejarah
Tesis ini memaparkan nasib komunitas Tionghoa pada masa perang kemerdekaan Indonesia. Data mengenai pengungsi Tionghoa ditemukan dari koran Min Pao, Keng Po, Merdeka, Kedaulatan Rakjat, Nijmeegs Dagblad, dan Winschoter Courant. Winschoter Courant memberitakan bahwa ditemukan sekitar 6.000 pengungsi Tionghoa di Jember pada Agustus 1947, sementara itu Min Pao menambahkan bahwa jumlah tersebut meningkat sekitar 12.000 pada 13 November 1947. Peristiwa pengungsi Tionghoa ini disebabkan karena rentetan peristiwa yang terjadi di luar dan dalam Jember yang mengakibatkan Tionghoa terjebak dalam ketidakpastian. Ketidakpastian ini mengakibatkan komunitas Tionghoa mengungsi ke tempat lain dan mematuhi lebih dari satu pemerintahan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis nasib komunitas Tionghoa pada masa perang kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini menemukan bahwa Pemerintah Cina memiliki peran penting dalam proses pengungsian Tionghoa ke wilayah demarkasi Pemerintah Militer Belanda dan eksodus ke Cina.
This thesis describes the fate of the Chinese community during the Indonesian independence war. Data on Chinese refugees was found from Min Pao, Keng Po, Merdeka, Kedaulatan Rakjat, Nijmeegs Dagblad, and Winschoter Courant. Winschoter Courant reported that there were around 6,000 Chinese refugees in Jember in August 1947, while Min Pao added that the number increased to around 12,000 on 13 November 1947. The Chinese refugee incident was caused by a series of events that occurred outside and inside Jember that resulted in the Chinese being trapped in a uncertainty. This uncertainty resulted in the Chinese community fleeing to other places and obeying more than one government. This research aims to understand and analyze the fate of the Chinese community during the independence war. This research uses historical research methods that include heuristic, verification, interpretation, and historiography. The research found that the Chinese Government had an important role in the process of Chinese evacuation to the demarcation area of the Dutch Military Government and exodus to China.
Kata Kunci : Ketidakpastian, nasib, pengungsi Tionghoa, perang kemerdekaan Indonesia