Peta Jalan Strategi Restrukturisasi PT Indonesia Aluminium Alloy: Studi Kasus pada PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA), Anak Usaha dari PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM)
Bagus Aldy Prasetya, Willy Abdillah, Prof., Dr., M.Sc.,
2025 | Tesis | S2 MANAJEMEN (MM) JAKARTA
Penelitian ini membahas tentang identifikasi peta jalan strategi restrukturisasi IAAA sebagai anak usaha INALUM serta strategi pengasuhan yang tepat oleh INALUM dalam mengawal peta jalan strategi restrukturisasi IAA. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan penelitian terkait dengan bagaimana peta jalan restrukturisasi IAA untuk memberikan kontribusi positf bagi rantai pasok INALUM serta hilirisasi aluminium di Indonesia serta bagaimana strategi pengasuhan INALUM yang tepat bagi IAA untuk mengawal proses restrukturisasi.
Penelitian terdahulu menyebutkan bahwa proses restrukturisasi seperti restrukturisasi keuangan, organisasi dan portofolio memiliki korelasi yang kuat terhadap peningkatan kinerja. Identifikasi proses restrukturisasi dapat dilakukan dengan menggunakan Matriks GE-McKinsey dalam menganalisa market attractiveness dan business strength. Selain itu, proses restrukturisasi di dalam anak perusahaan memerlukan strategi pengasuhan yang tepat untuk memastikan proses restrukturisasi tepat pada sasaran dan berjalan dengan baik.
Data primer diperoleh dari wawancara mendalam oleh manajemen kunci untuk mendapatkan wawasan kualitatif dan dikombinasikan dengan data sekunder untuk memperkuat analisa atas data primer. Penelitian ini menghasilkan tiga peta jalan strategi restrukturisasi IAA untuk meningkatkan performa IAA yaitu fokus kepada segmen yang memiliki kontribusi pertumbuhan terhadap IAA, perbaikan dalam hal efisiensi produksi untuk dapat mencapai efisiensi biaya dan prioritisasi belanja modal kepada fokus bisnis. Selain itu, penelitian ini juga menyimpulkan bahwa klasifikasi bisnis IAA termasuk dalam heartland business sehingga strategi pengasuhan yang tepat bagi INALUM untuk mengawal peta jalan strategi restrukturisasi IAA adalah stand-alone influence dengan penekanan target kerja dan target limitasi waktu yang telah ditetapkan oleh INALUM.
This study examines the identification of a strategic restructuring roadmap for IAA as a subsidiary of INALUM, as well as the appropriate parenting strategy by INALUM in overseeing the implementation of IAA’s restructuring roadmap. The research aims to answer two main questions: how IAA’s restructuring roadmap can contribute positively to INALUM’s supply chain and the development of aluminum down-streaming in Indonesia, and what parenting strategy INALUM should adopt to effectively guide the restructuring process.
Previous studies have indicated that restructuring processes—such as financial, organizational, and portfolio restructuring—are strongly correlated with performance improvement. The identification of restructuring processes can be carried out using the GE-McKinsey Matrix to analyze market attractiveness and business strength. Moreover, the restructuring of a subsidiary requires an appropriate parenting strategy to ensure that the process remains on target and runs effectively.
Primary data were obtained through in-depth interviews with key management to gather qualitative insights, which were then combined with secondary data to strengthen the analysis. The study produces three strategic restructuring roadmaps for IAA to enhance its performance: focusing on segments that contribute to IAA’s growth, improving production efficiency to achieve cost optimization, and prioritizing capital expenditure on core business areas.
Furthermore, the study concludes that IAA’s business classification falls under the category of a heartland business. Therefore, the most suitable parenting strategy for INALUM in guiding IAA’s restructuring roadmap is a stand-alone influence approach, emphasizing clearly defined performance targets and time-bound milestones set by INALUM.
Kata Kunci : Restrukturisasi, Strategi Pengasuhan, Matriks GE-McKinsey, Matriks Ashridge Portofolio, Parenting Fit