Penyusunan alternatif rencana penggunaan lahan pasang surut : Kasus kawasan lahan pasang surut waduk Wonogiri
Feri Johana, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.; Drs. R. Rijanta, M.Sc.
1999 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHWaduk Wonogiri adalah waduk serbaguna yang dibangun dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir (flood control) Sungai Bengawan Solo, irigasi untuk 23.600 hektar di Kabupaten Klaten, Sukoharjo dan Sragen, serta penyedia tenaga listrik dengan kapasitas 12,4 MW. Akibat sampingan yang sebelumnya tidak termasuk pembangunan Waduk Wonogiri adalah munculnya kawasan pasang surut seluas 5.000 hektar sebagai akibat dari naik turunnya permukaan air dalam waduk. Permasalahan timbul ketika terjadi kegiatan penggunaan lahan di kawasan ini dengan tidak terkendali secara baik, sementara pengelola dalam hal ini pihak Proyek Pengembangan Wilayah Sungai Bengawan Solo (PPWSBS) sendiri telah melarang semua kegiatan penduduk di kawasan waduk. Keadaan ini dipertajam dengan banyak terjadinya penggunaan lahan yang dapat merusak aspek keberlangsungan umur guna waduk. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari alternatif penggunaan lahan di kawasan pasang surut Waduk Wonogiri sebagai jalan tengah atas permasalahan di atas. Alternatif ini diupayakan dapat menembatani anatara persoalan kelestarian umur guna waduk, nilai ekonomis bagi penduduk dan aspek budaya masyarakat. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan serangkaian metode penelitian meliputi studi pustaka, kerja studio, kerja lapangan dan penulisan laporan. Kajian-kajian yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi perhitungan arosi lahan untuk menyusun penggunaan lahan yang cocok (suitable) secara fisik-teknik, perhitungan keuntungan untuk memilih jenis penggunaan yang lebih menguntungkan, serta intensitas pengusahaan jenis tanaman untuk melihat segi operasional bagi masyarakat. Hasil penelitian ini terdiri dari empat bagian utama yaitu Alternatif Penggunaan Lahan I, Alternatif Penggunaan Lahan II, Alternatif Penggunaan Lahan III dan Alternatif Penggunaan Lahan Akhir (Optimal). Alternatif penggunaan tersebut dituangkan dalam agihan secara spasial yaitu dalam satuan pemetaan-satuan pemetaan. Alternatif penggunaan lahan I memuat berbagai rekomendasi penggunaan lahan berupa jenis tanaman yang dilihat dari pertimbangan fisik lahan dapat diterima yaitu dalam rangka menekan bahaya erosi. Alternatif penggunaan lahan Il memuat rekomendasi jenis tanaman yang lebih menguntungakan secara ekonomis dari alternatif penggunaan lahan I. Alternatif Penggunaan lahan III memuat urutan jenis tanaman dari alternatif penggunaan lahan II yang banyak diusahakan/dijumpai di daerah penelitian. Alternatif penggunaan lahan akhir adalah alternatif penggunaan lahan optimal yang berisi gabungan ketiga alternatif penggunaan lahan di atas.
-
Kata Kunci : lahan pasang surut,Penggunaan Lahan, Wonogiri,Jawa Tengah