Laporkan Masalah

Kebisingan dan upaya pengendalian kebisingan lalu lintas jalan di kota madya yogyakarta Daerah Istimewa Yogyakarta

Guntur Triwibowo, Dr. H.A. Sudibyakto, M.S.

1998 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Penelitian yang dilakukan di Kotamadya Yogyakarta ini bertujuan untuk mengkaji distribusi tingkat kebisingan lalu lintas jalan raya dan faktor-faktor yang mempengaruhi di Kotamadya Yogyakarta serta jenis peredaman suara yang telah dibangun masyarakat Yogyakarta. Untuk mengetahui variasi kebisingan harian dilakukan pengukuran di lima tempat yang berbeda karakteristik fisiknya, yaitu jalan kelas I, yang dilalui oleh kendaraan berbagai jenis seperti bus, truk dan angkutan antar kota lainnya jalan kelas II, dilalui oleh kendaraan bus kota dan pribadi, jalan kelas III, dilalui oleh sedikit bus kota dan kendaraan pribadi; jalan kelas IV, dilalui oleh kendaraan pribadi, serta jalan kelas V, merupakan jalan lingkungan permukiman. Variasi distribusi spasial dibuktikan dengan jalan melakukan pengukuran di seluruh daerah penelitian dengan metode pengambilan sampel 'stratified random sampling'. Pengukuran di 30 titik tersebut dilakukan pada pukul 07.00; 13.00; dan 17.00. Indentifikasi terhadap bangunan peredaman suara dilakukan dengan survei di wilayah Kotamadya Yogyakarta. Pada tahap berikutnya bangunan yang telah sesuai dengan standar peredaman kebisingan di plot ke dalam peta. Hasilnya berupa peta distribusi peredaman kebisingan. Sumber kebisingan berasal dari kendaraan bermotor. Hasil penelitian menunjukkan variasi kebisingan menurut ruang dan waktu. Perbedaan kebisingan terbesar antara Jl.Magelang (Kricak) dengan Baciro mencapai 24 dB(A) pada pukul 07.00; Kotabaru dengan Nagan, 24 dB(A) pukul 13.00; Jl. Magelang dengan Baciro, 27 dB(A) pukul 17.00. Hubungan yang berarti atau signifikan terjadi antara kebisingan dengan peubah bebas volume lalu lintas jenis kendaraan, sedangkan lubungan ketiga peubah bebas secara bersama-sama kuat ditunjukkan dengan koefisien korelasi ganda R sebesar 86,56% pada taraf signifikansi lebih dari 95%. Faktor yang mempunyai pengaruh secara menyakinkan adalah volume lalu lintas dan jenis kendaraan, mempunyai nilai bervariasi menurut waktu pengamatan, sedangkan peubah lainnya yaitu kecepatan angin pengarulnya tidak menyakinkan. Secara bersama-sama sumbangan ketiga peubah bebas terhadap peubah terpengaruh adalah 74,93%, yang berarti 25,07% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar faktor yang diteliti. Adanya kebisingan lalu lintas terbukti oleh besarnya nilai kebisingan menurut kreteria standar kebisingan untuk peruntukan lahan tertentu di Yogyakarta. Hal ini juga ditunjukan oleh adanya bangunan peredaman kebisingan di Kotamadya Yogyakarta. Peredaman yang ada yaitu tanggul dari tanah, pagar tembok, dan tata bangunan yang meredam kebisingan.

-

Kata Kunci : Pengendalian kebisingan,Kebisingan lalu lintas,Kotamadya Yogyakarta,DIY

  1. GUNTUR_TRIWIBOWO-1998_1.PDF  
  2. GUNTUR_TRIWIBOWO-1998_2.PDF  
  3. GUNTUR_TRIWIBOWO-1998_3.PDF  
  4. GUNTUR_TRIWIBOWO-1998_6.PDF