Penggunaan foto udara dalam evaluasi kekritisan wilayah daerah asal transmigrasi : Studi kasus di kecamatan Lendah dan kecamatan Galur kabupaten Kulonprogo
Hary Iskadejanto, Drs. Prapto Suharsono, M.Sc.
1987 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHDengan menggunakan teknik penelitian interpretasi foto udara inframerah berwarna skala 1:30.000, sebuah stu-di kasus untuk menentukan prioritas pemindahan penduduk untuk ditransmigrasikan telah dilakukan di dua kecamatan, yaitu kecamatan Lendah dan kecamatan Galur, kabupaten Kulon Progo. Judul penelitian adalah penggunaan Foto udara dalam evaluasi kekritisan wilayah daerah asal transmigrasi. Hal ini penting sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pembangunan di daerah penelitian. Untuk mencapai tujuan penelitian ini, dilakukan eva-luasi tingkat kekritisan fisik lahan dengan satuan pemetaan unit lahan, tingkat kekritisan sosial ekonomi dan kepadatan penduduk dengan satuan pemetaan batas administratif desa. Variabel kekritisan fisik lahan yang diperlukan ialah kemi-ringan lereng, kedalaman efektif tanah, tekstur tanah, ero-si, kebasahan, bentuk penggunaan lahan, faktor penghambat penggarapan tanah, karakteristik fisik tanah permukaan, permeabilitas tanah, dan usaha konservasi yang dilakukan. Enam variabel pertama diperoleh dari interpretasi foto uda-ra dan uji lapangan, sedangkan empat variabel berikutnya diperoleh dari kerja lapangan dan laboratorium. Variabel kekritisan sosial ekonomi yang diperlukan ialah luas tiap bentuk penggunaan lahan, rata-rata produksi pertanian, dan rata-rata kepadatan penduduk. Variabel pertama diperoleh dari interpretasi foto udara, dan variabel lainnya diper-oleh dari data statistik, wawancara, dan kerja lapangan. Evaluasi data meliputi evaluasi ketelitian hasil in-terpretasi foto udara, evaluasi kekritisan fisik lahan, evaluasi kekritisan sosial ekonomi dan evaluasi kekritisan wilayah untuk menentukan prioritas pemindahan penduduk. Ke-telitian hasil interpretasi untuk beberapa variabel kokri-tisan fisik lahan yang dapat disadap dari foto udara 83,91% dan untuk variabel kekritisan sosial ekonomi 94,72%. Hasil evaluasi tingkat kekritisan fisik lahan tiap unit lahan ialah satu unit lahan kritis berat, enam unit lahan kritis sedang, lima unit lahan kritis ringan dan 17 unit lahen ti-dak kritis. Hasil evaluasi kekritisan fisik lahan tiap desa ialah seluruh desa di kecamatan Lendah tergolong kritis ri-ngan dan seluruh desa di kecamatan Galur tidak kritis. Ha-sil evaluasi kekritisan sosial ekonomi ialah dua desa ham-pir kritis, tujuh desa kritis, dan empat desa kritis se-dang. Prioritas pemindahan penduduk mulai prioritas pertama hingga terakhir untuk kecamatan Lendah ialah desa Ngentak-rejo, Gulurejo, Bumirejo, Jatirejo, Sidorejo dan Wahyuharjo. Untuk kecamatan Galur, prioritas pertama desa Brosot kemu-dian desa Pandowan, Namporejo, Kranggan, Tirtorahayu, Bana-ran dan Karangsewu. Hasil evaluasi selain disjikan dalam bentuk laporan juga disajikan dalam bentuk peta rekomendasi pemindahan penduduk.
-
Kata Kunci : Fotogarafi udara,Kekritisan wilayah,Lendah,Galur,Kulonprogo,DIY