Pola perjalanan penduduk kawasan permukiman baru di daerah pinggiran kota Yogyakarta : Kasus permukiman desa Sinduadi kecamatan Mlati kabupaten dati II Sleman
Heri Sumartana, Drs. Sujali, M.S.; Drs. Joko Christanto, M.Sc.
1998 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPenelitian ini merupakan suatu studi kasus dengan mengambil daerah penelitian Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Daerah Tingkat II Sleman. Judul penelitian ini adalah Pola Perjalanan Penduduk Kawasan Permukiman Baru di Daerah Pinggiran Kota Yogyakarta, Kasus Pemukiman Desa Sinduadi Kecamatan Mlati, Kabupaten Dati II Sleman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pola perjalanan penduduk kawasan permukiman baru pinggiran kota di daerah penelitian; pengaruh faktor-faktor sosial ekonomi terhadap jumlah perjalanan rumah tangga serta dominasi faktor-faktor tersebut pemilikan kendaraan rumah tangga. dan kebutuhan utama penggunaan kendaraan bagi pelaku perjalanan di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai menggunakan kuesioner. Dari sepuluh dusun yang diambil sebagai sampel, secara quota diambil seratus rumah tangga sampel dengan teknik proportional random sampling terhadap jumlah penduduknya. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik tabulasi silang didukung Kai-Kuadrat, korelasi product moment dari Pearson serta regresi ganda, dengan bantuan paket progran SPSS for Window. Pola perjalanan menunjukkan bahwa terdapat dominasi perjalanan maksud bekerja. Distribusi tujuan perjalanan didominasi dengan arah pinggiran kota, sedangkan menurut zonasi wilayah kota, terdapat didominasi ke arah wilayah kota yang terdekat. Adanya dominasi tujuan perjalanan ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan orientasi tujuan perjalanan ke arah pinggiran kota. Perubahan ini disebabkan oleh pertumbuhan sektor perkotaan dengan pusat-pusat pelayanan baru, peningkatan sarana dan prasarana angkutan, juga oleh keterbatasan wilayah pusat kota untuk menyediakan lapangan kerja. Penggunaan moda perjalanan didominasi oleh penggunaan sepeda motor. Distribusi waktu perjalanan paling banyak terjadi pada pukul 06.00-09.00 serta pukul 12.00-15.00. Dari hasil penelitian tersebut diajukan beberapa implikasi kebijakan. Untuk mengimbangi peningkatan lalu-lintas oleh adanya perubahan orientasi ke arah pinggiran kota perlu adanya perencanaan tata ruang maupun transportasi khusus kawasan perkotaan yang terintegrasi antar wilayah yang terkait, didorong dengan kebijakan pengembangan pusat-pusat pelayanan maupun kegiatan lebih jauh ke arah luar kota. Peningkatan yang didukung pemasyarakatan sarana angkutan umum bagi daerah perkotaan terutama untuk melayani perjalanan dengan maksud pendidikan.
-
Kata Kunci : Pola perjalanan penduduk,Permukiman,Mlati,Sleman,DIY