Laporkan Masalah

Pengaruh pemugaran rumah terhadap kualitas rumah beratap welit antara tahun 1978-1988 di kecamatan Bayan, kabupaten Purworejo

Muda Kanuni, Drs. Su Ritohardoyo, M.A.

1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN

Tulisan ini membahas hasil penelitian mengenai peng-aruh pemugaran rumah terhadap kualitas rumah beratap welit di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo. Tujuan penelitian untuk mengetahui pelaksanaan program pemugaran perumahan khususnya pada rumah beratap welit, perbedaan kualitas rumah beratap welit antara rumah yang sudah di-pugar dengan rumah yang belum dipugar, dan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas rumah beratap welit. Faktor-faktor tersebut seperti adanya kebijaksanaan peme-rintah melalui program pemugaran perumahan dan kondisi sosial ekonomi penghuninya, yang meliputi luas penguasaan lahan, pendapatan keluarga, jenis pekerjaan pokok kepala keluarga, dan jumlah anggota keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Pemilihan daerah penelitian dilaksanakan secara "purposive", yaitu dengan cara memilih desa-desa yang dulu pernah memiliki rumah beratap welit dan sekarang sudah dipugar oleh proyek pemugaran, dan desa-desa yang masih memiliki rumah ber-atap welit dan sekarang belum dipugar. Pemilihan respon-den dilaksanakan secara acak sederhana dan berimbang. Jumlah responden 150 kepala keluarga, 75 kepala keluarga wakili rumah beratap welit yang sudah dipugar dan 75 kepala keluarga lainnya mewakili rumah beratap welit yang belum dipugar. Tehnik analisis statistik menggunakan Uji"Z" dan "Koefisien Korelasi Product Moment", mengguna-kan komputer program SPSS/PC+. Hasil penelitian menunjukkan, adanya kebijaksanaan pemerintah melalui program pemugaran perumahan berpe-ngaruh positif terhadap kualitas rumah, terutama pada rumah yang secara langsung memperoleh bantuan pemugaran. Dengan demikian, terjadi perbedaan kualitas rumah yang signifikan antara rumah yang telah memperoleh bantuan pemugaran dengan rumah yang belum memperoleh bantuan pemugaran, rumah yang telah memperoleh bantuan pemugaran kualitasnya lebih baik dari pada rumah yang belum memper-oleh bantuan pemugaran. Jenis pekerjaan pokok kepala keluarga penghuni rumah beratap welit yang telah memper-oleh bantuan pemugaran di bidang non-pertanian berpe-ngaruh positif dengan kualitas rumah. Dengan demikian, terjadi perbedaan kualitas rumah yang signifikan antara kepala keluarga yang bekerja di bidang non-pertanian dengan yang bekerja di bidang pertanian, kepala keluarga yang bekerja di bidang non-pertanian kualitas rumahnya lebih baik dari pada yang bekerja di bidang pertanian. Tingkat pendapatan keluarga mempunyai korelasi positif dengan kualitas rumah baik pada yang telah terpugar mau-pun rumah yang belum terpugar. Luas penguasaan lahan mempunyai korelasi positif dengan kualitas rumah baik pada rumah yang telah terpugar maupun rumah yang belum terpugar. Jumlah anggota keluarga yag menjadi tanggungan kepala keluarga mempunyai korelasi positif dengan kuali-tas rumah baik pada rumah yang telah terpugar maupun rumah yang belum terpugar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa adanya program pemugaran perumahan khususnya pada rumah beratap welit belum seluruhnya dapat meningkatkan kualitas rumah, hal ini tergantung dari partisipasi masyarakatnya. Oleh karena itu, untuk pelak-sanaan selanjutnya perlu diadakan seleksi yang lebih ketat terhadap pemilihan calon penerima bantuan pemugar-an, dimana calon penerima bantuan pemugaran adalah mereka yang benar-benar bersedia untuk berpartisipasi.

-

Kata Kunci : Pemugaran rumah,Kualitas rumah,Bayan,Purworejo,Jawa Tengah

  1. S1-1990-2416-Muda_Kanuni-abstract.PDF  
  2. S1-1990-2416-Muda_Kanuni-bibliography.PDF  
  3. S1-1990-2416-Muda_Kanuni-tableofcontent.PDF  
  4. S1-1990-2416-Muda_Kanuni-title.PDF