Studi kelangsungan usaha industri genteng desa kedawung kecamatan Pejagoan Kebumen tahun 1996-2005
R. Bambang Widyatmiko, Drs. Soekadri, M.S.; Drs.Joko Christanto, M.Sc.
1997 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHLokasi industri merupakan faktor penting bagi kelangsungan usaha industri. Pada dasarnya industri yang berlokasi di tempat yang mudah mendapatkan faktor-faktor produksi seperti bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar, modal, dan pemasaran akan dapat berkembang dengan baik. Pengusaha industri genteng akan terus menjalankan usahanya jika dipandang kegiatan usaha industri genteng secara ekonomi menguntungkan dan berprospek baik di masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji faktor-faktor lokasi industri yang berpengaruh terhadap kegiatan usaha industri genteng yaitu jarak lokasi industri genteng terhadap asal bahan baku, tenaga kerja, bahan bakar, pemasaran, pasir, batu bata, minyak bacin, bengkel dan pelayanan permodalan serta mengkaji apakah kegiatan usaha industri genteng untuk masa sepuluh tahun mendatang masih menguntungkan secara ekonomi. Metode penelitian yang digunakan dalam penentuan lokasi penelitian dilakukan secara purposive menggunakan metode survai. Pengambilan sampel responden dilakukan secara sensus. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah tabel frekuensi, uji statistik regresi si dan analisa isa Benefit/Cost Ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi daerah penelitian yaitu di Desa Kedawung dan sekitarnya masih memungkinkan untuk kegiatan industri genteng, sebab faktor-faktor pendukung berdirinya industri genteng masih dapat diperoleh di daerah rah penelitian dan sekitarnya. Berdasarkan uji statistik regresi variabel yang memberikan pengaruh terhadap kegiatan usaha industri genteng adalah variabel Jarak lokasi industri genteng terhadap asal bahan baku (x1), asal tenaga kerja (x2), tujuan pemasaran (x3), asal asal bahan bakar (x4), asal batu bata (x6), minyak bacin(x7), dan bengkel (x8). Variabel jarak lokasi industri genteng terhadap asal pasir (x5) dan sumber modal (x9) tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap kegiatan Industri genteng. usaha Berdasarkan analisa benefit/cost ratio dengan menggunakan nilai unt Rate 18 hasil penelitian menunjukkang secara Discount ekonomi industri genteng di Desa Kedawung masih layak dijalankan untuk masa sepuluh tahun mendatang. Penggunaan nilai Discount Rate 18% didasarkan pada rata rata suku bunga pinjaman Bank yang berlaku di Indonesia tahun 1996 adalah sebesar 18. Dengan nilai B/C r sebesar 1,252 pada tahun 2005 menunjukkan bahwa Industri genteng masih menguntungkan untuk tetap diusahakan sebagai kegiatan ekonomi masyarakat pengusaha industri genteng Desa Kedawung, lai B/C lebih besar dari 1. Tetapi nilai B ratio tersebut Kedawung, sebab nilai mengalami penurunan dari tahun pertama (1996) sampai tahun kesepuluh (2005). Penurunan nilai B/C ratio terjadi karena diperkirakan terjadi peningkatan biaya produksi dari tahun ke tahun serta adanya penurunan nilai mata uang. r tersebut le Keadaan ini terjadi pada industri genteng di kedelapan dusun yang ada. Industri genteng di dusun Krajan menempati uturan teratas dalam nilai B/C ratio dibandingan dusun yang lain yaitu 1,496 2005) yang berarti industri genteng di Dusun Krajan paling efisien dalam menjalankan kegiatan usaha industri genteng dibandingkan dengan dusun yang lain. Urutan kedua dan ketiga dalam perolehan nilai B/C ratio adalah dusun Sokka (1,349) dan Dusun Widoropayung (1,316). Keadaan ini dikarenakan dusun tersebut merupakan dusun relatif lebih terbuka dibandingkan dengan dusun yang lain sehingga mempunyai aksesibilitas terhadap faktor-faktor produksi lebih tinggi dibandingkan dengan dusun yang lain. Industri genteng di Dusun Srepeng mendapatkan nilal B/C r sebesar 1,0 1,087 menempati urutan terendah dalam mendapatkan nilai B/C z dibandingkan dengan dusun yang lain, selain dikarenakan lokasi dusun Srepeng lebih tertutup (aksesibilitas rendah), juga dikarenakan biaya produksi yang tinggi tidak diimbangi genteng mereka tidak engan harga jual yang tinggi pula, sehingga kegiatan usaha industri tidak efisien lagi. Walaupun kegiatan industri genteng di Desa Kedawung sudah dapat berjalan tanpa bimbingan langsung dari Pemerintah, hendaklah pengawasan dan bantuan pelayanan dilakukan secara intensif. an pengembangan
-
Kata Kunci : Industri Genteng,Kecamatan Pejagoan,Kebumen,Jawa Tengah